Driver Ojek Online di Surabaya Jadi Kurir Narkotika Sabu dan Ekstasi

Surabaya, Jurnal Jatim – Driver Ojek Online (Ojol) di daerah Simokerto, Surabaya yang diduga menjadi kurir narkotika jenis sabu dan pil ekstasi ditangkap polisi, belum lama ini.

Driver ojol itu berinisial MFR (35) tinggal di daerah Jl. Gadel Sari Madya, Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes, Surabaya, Jawa Timur.

MFR ditangkap oleh petugas Satresnarkoba Polrestabes Surabaya setelah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya peredaran narkoba di Kota Pahlawan itu.

Kala itu, petugas melakukan penyelidikan informasi masyarakat dan didapati pelaku mengarah pada MFR. Kemudian petugas menangkap MFR saat berada di kamar kos-nya di Jl. Tambak Segaran, Kota Surabaya.

Adapun barang bukti yang diamankan oleh petugas yakni 3 butir pil ekstasi berwarna abu-abu dan biru seberat 1.46 gram beserta pembungkusnya milik pelaku.

“MFR kemudian ditetapkan tersangka dan ditahan,” kata Kasihumas Polrestabes Surabaya, Kompol Muchamad Fakih, Kamis (20/10/2022).

Tak berhenti di situ, petugas melakukan penyelidikan dan pendalaman hingga berhasil menggeledah sebuah kamar kos yang berada di daerah Pabean, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Penggeledahan itu menemukan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat kurang lebih 246,66 gram beserta bungkusnya, 560 butir pil ekstasi berwarna abu-abu, merah dan biru seberat kurang lebih 209,17 gram beserta bungkusnya milik teman tersangka, HBB.

Fakih mengatakan bahwa tersangka MFR merupakan kurir yang dikenadilakn oleh HBB yang saat ini sedang berada di dalam lapas.

“Jadi, tersangka MFR membantu HBB untuk mengedarkan obat terlarang ini kepada konsumennya,” ucap Fakih.

Fakih mengatakan bahwa yang bersangkutan mendapatkan barang haram sebanyak 1 kg sabu dan 1000 butir pil ekstasi kemudian diranjau untuk dijual lagi kepada konsumen.

“yang kita amankan ini hanya sisa yang telah dijual tersangka di wilayah Juanda. Dari hasil penjualan itu, tersangka mendapatksn keuntungan bersih Rp1.500.000-Rp2.000.000,” tandasnya.

Fakih menegaskan bahwa tersangka diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) UU RI nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News