oleh

Dua Terdakwa Perkara Dugaan Suap Hakim Itong Dituntut 4 Tahun Penjara

Surabaya, Jurnal Jatim -Dua orang terdakwa perkara dugaan penyuapan hakim Itong Isnaini Hidayat masing-masing dituntut 4 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jawa Timur.

Dua orang terdakwa tersebut yakni panitera pengganti M Hamdan dan pengacara RM Hendro Kasiono. Keduanya dianggap terbukti bersalah melakukan tindak pidana suap dan menerima gratifikasi secara bersama-sama pada hakim Itong Isnaini Hidayat.

“Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti secara dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan masing-masing pidana selama 4 tahun penjara,” kata JPU KPK, Wawan Yunarwanto yang membacakan tuntutan, Selasa (20/9/2022).

Wawan menyatakan, Panitera pengganti Pengadilan Negeri Surabaya itu dinyatakan terbukti melakukan korupsi dengan menerima suap dan gratifikasi untuk memenangkan perkara pihak-pihak tertentu yang disidangkan di pengadilan tempatnya bertugas. Nilai uang yang terbukti diterimanya total Rp76 juta.

Jaksa Wawan Yunarwanto menyatakan, uang senilai Rp71 juta yang diterima Hamdan merupakan gratifikasi dari banyak pihak terkait perkara yang disidangkan. Termasuk dari hakim Dede Suryaman, R. Yoes Hartyarso, R. Mohammad Fadjarisman dan beberapa pihak lain baik advokat maupun pencari keadilan.

Sedangkan Rp5 juta diterimanya dari hakim Itong Isnaeni Hidayat sebagai fee karena telah membantu setelah mengabulkan permohonan penetapan ahli waris yang diajukan Made Sri Manggalawati melalui advokat RM. Hendro Kasiono.

Selain dituntut pidana penjara, Hamdan juga dituntut membayar denda Rp25 juta subsider enam bulan kurungan. Selain itu, dia juga dituntut mengembalikan gratifikasi yang diterimanya senilai Rp76 juta. Jika tidak, harta bendanya akan disita senilai gratifikasi itu.

Hamdan, menurut jaksa KPK, juga terbukti menerima suap senilai total Rp 450 juta dari Hendro terkait perkara permohonan pembubaran PT Soyu Giri Primedika (SGP) yang dimohonkan Achmad Prihantoyo melalui Hendro sebagai pengacaranya. Uang itu diberikan kepada hakim Itong melalui Hamdan agar permohonan itu dikabulkan.

Sementara itu, untuk pengacara Hendro, selain menjatuhkan pidana penjara, JPU juga menuntut denda sebesar Rp200 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Terpisah, untuk sidang hakim Itong sendiri, masih pada tahap pemeriksaan terdakwa. Dalam kesempatan itu, Hakim Itong membantah semua tuduhan yang didakwakan padanya. Ia menyebut, selama ini dirinya tak pernah menyuruh ataupun menerima sejumlah uang dari terdakwa Hamdan.

“Waktu Hamdan bilang ada perkara, tidak pernah bicara tentang uang. Bahkan, saya sering ingatkan Hamdan jangan sampai meminta, menerima ataupun memeras pihak-pihak yang beperkara,” katanya.

Diketahui, sidang perkara tindak pidana korupsi gratifikasi suap Hakim Pengadilan Negeri Surabaya nonaktif, Itong Isnaeni Hidayat digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Surabaya.

Atas perkara ini, Itong tidak sendirian, ia pun didakwa bersama dengan M Hamdan; Panitera Pengganti, dan Hendro Kasiono; seorang pengacara, dalam berkas terpisah. Total suap yang diterima dalam perkara ini mencapai Rp545 juta.

Hakim Itong dan Panitera Pengganti M Hamdan pun dijerat dengan pasal berlapis. Diantaranya Itong Isnaeni dan Hamdan sebagai penerima suap didakwa pasal Kesatu: Pasal 12 huruf c UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Kedua: Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1.

Sedangkan, terdakwa Hendro Kasiono sebagai pemberi suap didakwa Kesatu: Pasal 6 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Kedua: Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com