oleh

Bapak di Tulungagung Cabuli Putri Kandung, Alasannya Bikin Emosi

Tulungagung, Jurnal Jatim – Seorang bapak berinisial SFW (49) warga Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur tega mencabuli putri kandung yang masih di bawah umur.

Perbuatan bejat itu dilakukan oleh tersangka sejak 2017 sampai Agustus 2022 lalu atau saat anak kandungnya duduk di bangku sekolah dasar.

SFW berdalih nekat melakukan itu lantaran ditinggal istri bekerja di Surabaya dan pulang dua bulan sekali.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatan bejatnya itu, SFW yang ditangkap Satreskrim Polres Tulungagung, kini mendekam di penjara.

“Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” kata Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mohammad Anshori, Jumat (2/9/2022).

Anshori menjelaskan perbuatan bejat SFW terbongkar setelah korban mengadu kepada ibunya. Saat itu ibu korban bersiap untuk kembali bekerja sebagai pembantu di Kota Surabaya.

Korban lalu bercerita sering mendapatkan tindakan tidak senonoh oleh bapaknya. Tak hanya itu, korban juga memperoleh tindakan kasar dari tersangka dan ancaman untuk menuruti hawa nafsunya.

“Mengetahui hal itu ibu korban langsung melaporkannya ke Polisi,” kata Anshori.

Setelah menerima laporan, petugas reserse langsung bertindak cepat dengan menangkap tersangka saat ada di rumah kontrakannya.

Anshori mengatakan, dari hasil pemeriksaan, aksi bejat itu sudah dilakukan oleh tersangka sejak 2017 lalu. Saat itu korban masih duduk di bangku TK nol besar dan dalam persiapan masuk SD.

Perbuatan tersangka terakhir dilakukan pada Sabtu (20/8/2022) malam. “Tersangka melakukan sudah berulang kali sejak 2017, ” ujarnya.

Dihadapan petugas, tersangka mengaku tega melakukan perbuatan itu kepada anaknya karena tidak kuat menahan nafsu birahinya.

Selama ini tersangka hanya tinggal berdua dengan korban. Sedangkan istrinya bekerja sebagai pembantu di Surabaya dan hanya pulang 2 bulan sekali.

Atas perbuatanya itu, tersangka SFW dijerat dengan pasal 76D juncto pasal 81 dan atau 82 Undang-undang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan ditambah 1/3 dari hukumnya,” kata Anshori.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.