oleh

Komplotan Pencopet Suporter Bola di Kanjuruhan Malang Dibekuk Polisi

Malang, Jurnal Jatim – Komplotan pencopet yang kerap beroperasi sasaran penonton bola di stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur bertekuk lutut di hadapan polisi.

Lima orang terduga pelaku copet membuat resah para penonton sepak bola di Satadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang itu dibekuk petugas Satreskrim Polres Malang.

Mereka adalah DKW (22) dan A (23) warga Mergosono, MY (23) warga Kedungkandang, TN (15) warga Kota Malang dan penadah berinisial NS (47) warga Adirejo, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kelima tersangka itu dijerat Pasal 362 KUHP dan/atau Pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun. Serta untuk penadah dikenakan Pasal 480 KUHP dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 tahun.

Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat menegaskan, lima orang copet itu dibekuk petugas reserse saat pertandingan Arema FC melawan Persija di Stadion Kanjuruhan pada Minggu 28 Agustus 2022 lalu.

“Saat pertandingan Arema FC melawan Persija, komplotan pencopet ini berhasil kita amankan,” katanya, Selasa (30/8/2022).

Menurutnya, para pelaku itu memanfaatkan momen pertandingan karena saat itu banyak sekali suporter yang datang menyaksikan pertandingan sepakbola.

Dalam aksi kejahatannya, kelima orang itu memiliki peran masing-masing. Mulai dari beraksi di lapangan sampai yang menadah hasil curian itu.

“Mereka saling berganti peran dalam aksinya, ada yang mengambil, ada yang meneriaki dan ada yang membawa lari barang buktinya. Bahkan mereka (pelaku) bisa membuat korban diteriaki sebagai pelaku pencopetan,” ujarnya.

Selain menangkap lima orang pelaku, polisi mengamankan sedikitnya 16 unit ponsel hasil curian serta uang tunai Rp3.750.000 yang diduga hasil penjualan HP curian itu.

“Ini merupakan bentuk komitmen Polres Malang dalam memberantas aksi pencopetan yang sudah sangat meresahkan di Stadion Kanjuruhan,” ucapnya.

Kapolres berharap dukungan bantuan dan kerjasama dari masyarakat, agar aksi-aksi pencopetan dapat terus diberantas.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini, untuk mengejar pelaku-pelaku lainnya,” kata Ferli.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News.