oleh

Demi Proyek Kilang Minyak, Puluhan Makam Warga Tuban Dibongkar

Tuban, Jurnal Jatim – Demi memperlancar proyek pembangunan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, puluhan makam warga yang berada di pemakaman umum di Dusun di Dusun Boro, Desa Wadung, Kecamatan Jenu harus dibongkar.

Para keluarga ahli waris hanya bisa pasrah menerimanya karena lokasi pemakaman umum tersebut masuk sebagai lahan proyek pembangunan kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) Kabupaten Tuban, Jatim.

Jasad yang sudah lama dimakamkan, satu persatu dibongkar dan dipindahkan. Sejauh ini tidak ada yang protes adanya relokasi makam tersebut. Sebab, warga setuju dan paham hal itu untuk kepentingan Proyek Strategis Nasional (PSN) kilang GRR Tuban.

“Para keluarga ahli waris sudah setuju, dan pemindahan makam itu dilakukan bulan Maret 2022,” ungkap Kepala Desa (Kades) Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban Sasmito, Senin (8/8/2022).

Pihak desa setempat mencatat ada kurang lebih 60 jenazah yang dipindah setelah ahli waris setuju. Kemudian, pihak Pertamina kilang minyak memberikan uang kompensasi sekitar Rp3 juta untuk ahli waris terkait relokasi pembongkaran makam.

“Ahli waris sudah mendapat kompensasi. Untuk pemindahan makam sejauh ini sudah selesai semua,” ujar Sasmito.

Senior Project Manager Early Work Grass Root Refinery Tuban, PT Kilang Pertamina Internasional, M. Sholihin menyatakan PT Kilang Pertamina Internasional, sebagai sub-holding PT Pertamina (Persero) di bidang refinery & petrochemical selalu berkomitmen dalam mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan menjunjung Hak Asasi Manusia.

Termasuk, pelaksanaannya selalu berpegang pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku dalam pelaksanaan kegiatan pengambilalihan lahan untuk pembangunan kilang GRR Tuban.

“Berkenaan dengan adanya 78 makam yang berada di dalam area proyek GRR Tuban berdasarkan assessment perusahaan akan terdampak kegiatan proyek seperti kegiatan penggalian, pemancangan fondasi, dan kegiatan lainnya yang berpotensi merusak makam, maka perusahaan memandang perlu adanya relokasi makam tersebut,” katanya.

Menurutnya, tujuan utama relokasi makam adalah lahan pemakaman tersebut termasuk dalam lahan area proyek GRR Tuban yang ditetapkan melalui penetapan lokasi area kilang GRR Tuban.

Kedua sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk menghargai dan menghormati kearifan lokal di sekitar area lokasi proyek GRR Tuban.

“Termasuk dalam hal ini adalah keberadaan makam yang perlu dipindahkan dengan cara-cara yang baik sesuai kebiasaan yang belaku di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan relokasi makam menjadi opsi yang dipilih perusahaan yang dalam pelaksanaannya tetap mempertimbangkan pendekatan humanis, persuasif, menjunjung Hak Asasi Manusia, serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Pra relokasi, perusahaan memastikan seluruh ahli waris telah menyetujui rencana pelaksanaan relokasi makam itu, perolehan persetujuan dari ahli waris dilakukan dengan upaya persuasif mengedepankan aspek kekeluargaan,” ujarnya.

Ia menyebut, lokasi pemakaman yang baru ditentukan dengan mengakomodir permintaan ahli waris. Pelaksanaan relokasi atau penggalian makam dengan hati-hati melibatkan sejumlah tenaga berpengalaman di bidangnya dan diberikan kompensasi.

“Seluruh penentuan nilai kompensasi dilakukan berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik yang bekerja secara independen,” katanya.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.