Jombang, Jurnal Jatim – Sopir truk muat tebu yang kecelakaan maut menewaskan 4 orang di Jalan Raya Sembung, Kecamatan Perak, Jombang, Jawa Timur masih berstatus saksi.
Kasatlantas Polres Jombang AKP Rudi Purwanto mengatakan penetapan tersangka dalam kasus laka tunggal itu masih menunggu pemeriksaan secara lengkap, termasuk pihak lain dalam insiden truk maut tersebut.
“Untuk saat ini status (sopir) masih saksi, kami akan dalami semua pemeriksaan mulai dari yang punya angkutan dan pihak lain,” ujarnya, Rabu (15/6/2022).
Selain melakukan pemeriksaan saksi-saksi, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab serta kronologis utama kecelakaan truk itu.
Menurut Rudi, pihaknya tengah memeriksa keseluruhan insiden kronologi kecelakaan truk maut pada Selasa (14/6/2022) petang itu.
“Hasil sementara tadi malam sudah maraton, sudah lakukan berita acara pemeriksaan interogasi dulu kepada kernet, sopir, mandor, tadi malam sudah kita kebut,” kata Rudi.
Pengecekan dilakukan secara keseluruhan oleh pihak Satlantas Polres Jombang, termasuk kondisi kemiringan jalan dan juga rambu lalu lintas di lokasi kejadian.
“Kita akan bisa menentukan dimana letak key poinnya, key one nya, terus kemiringan jalan gimana, apa ada rambu lalin, disitu apa ada pembatas jalan sehingga mengakibatkan orang ketika laka lantas jatuh ke sungai kita cek hari ini,” ujarnya.
Lebih jauh dalam insiden truk maut tersebut dua aspek pemicu kecelakaan tunggal sedang dalam kajiannya yang nantinya sebagai bahan tindak lanjut prosesnya, termasuk kecepatan pengemudi truk.
“Ini pemeriksaan awal, sopir mengatakan ketika muatan dengan kemiringan tinggi sopir pakai gigi satu, tapi karena muatan terlalu banyak ada orang di dalam dan ada pertemuan jalan kabupaten serta nasional kurang sinkron akhirnya miring dan terguling itu,” ujarnya.
Sebelumnya empat orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut, truk muatan tebu terguling di Jalan menikung, (embongmiring) Sembung, Kecamatan Perak Jombang, Selasa (14/6/2022) petang.
Korban meninggal merupakan buruh tebang tebu. Mereka adalah warga Dusun Jeruk Kidul, Desa Mabung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.
Empat korban yakni Abdul (56), Suwoto (53), Ribut (43), Tumidi (45). Sementara itu, empat korban terluka belum diketahui identitasnya. Saat ini polisi sedang melakukan identifikasi.
“Empat orang meninggal, empat orang lainnya terluka,” kata Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat, Selasa (14/6/2022) malam.
Kapolres Jombang kembali menegaskan laka lantas menonjol itu mengakibatkan 4 orang meninggal. Saat kejadian delapan korban itu menumpang di atas tebu yang dimuat dalam truk.
“Kita sudah melakukan olah TKP. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaaan terhadap sopir,” katanya.
Sopir truk Dapit (35), menceritakan, awalnya ia mengemudikan kendaraan truk muat tebu dari Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang hendak menuju Pabrik Gula Lestari, Ngrombot, Kertosono Nganjuk.
“Ini tadi dari Sembung ke Lestari,” kata sopir asal Ngronggot, Kabupaten Nganjuk ini, Selasa (14/6/2022) malam di RSUD Jombang.
Menurut Dapit, dia juga membawa delapan orang yang menumpang di atas tebu yang ia muat. “Di atas 8 orang, di atas tebu,” katanya.
Ketika melewati embongmereng Perak, tiba- tiba truk yang ia dikemudikan terguling. Beruntung saja Dapit selamat dalam kejadian itu.
Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.