oleh

Tertangkap! Nih Pengedar Pil Koplo di Eks Lokalisasi Guyangan Nganjuk

Nganjuk, Jurnal Jatim – Dua orang pria yang diduga pengedar obat keras pil dobel L atau yang kerap disebut pil koplo ditangkap polisi setelah transaksi di eks lokalisasi Guyangan, Kecamatan Bagor, Nganjuk, Jawa Timur.

Dua lelaki tersebut masing-masing berinisial ER (21) warga Loceret dan AN (27) warga Kelurahan Ploso, Kota Nganjuk, Jawa Timur. Keduanya dibekuk Sabtu (7/5/2022) siang.

Kasatresnarkoba Polres Nganjuk AKP Joko Santoso mengatakan, terduga pengedar pil terlarang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik yang melakukan pemeriksaan menemukan dua alat bukti.

“Kedua tersangka dalam pemeriksaan lebih lanjut untuk dikembangkan kasusnya,” kata Joko Santoso, Minggu (8/5/2022).

Pengungkapan kasus peredaran narkoba jenis obat-obatan itu dari laporan masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Polisi mendapatkan informasi jika tersangka ER melaksanakan transaksi pil koplo dengan pelanggannya di bekas lokalisasi Guyangan, Kecamatan Bagor.

“Informasi tersebut kami tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan di sekitar lokasi,” kata Joko menjelaskan.

Setelah didapati identitas ER, polisi langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan. Hasilnya, petugas menemukan sebanyak 45 butir pil dobel L yang siap untuk dijual kepada pemesannya.

“Unit Opsnal Satresnarkoba menangkap ER sesaat setelah melakukan transaksi di eks lokalisasi Desa Guyangan Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk dengan barang bukti 45 butir pil koplo yang sudah dipaket bungkus kecil dan sejumlah uang tunai,” tegasnya.

Dari hasil pengembangan, terungkap bahwa ER mendapat pasokan pil koplo tersebut dari AN. Korps seragam cokelat pun langsung bergerak menciduk AN di rumahnya di Kelurahan Ploso.

“Dari tersamgka AN diamankan pula 123 butir pil koplo dalam bungkusan plastik bening,” ujar Joko Santoso.

Penyidik Satresnarkoba Polres Nganjuk masih terus melakukan pendalaman kasus peredaran barang haram di kota angin tersebut. Kedua tersangka bakal dijerat dengan pasal 197 sub pasal 196 Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Saya berterimakasih kepada masyarakat yang tidak takut memberi informasi kepada kami. Pemberantasan peredaran narkoba memang tak bisa kami lakukan sendiri namun butuh kerjasama dengan semua pihak,” katanya.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news dan akun instagram Jurnaljatim.com.