Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Perampokan Bos Toko Bangunan di Tuban

Tuban, Jurnal Jatim – Polisi mengalami kesulitan mengungkap kasus perampokan di rumah bos toko bangunan, Royom (42), di jalan raya Merakurak-Kerek, tepatnya di Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Tuban, Jawa Timur, pertengahan bulan lalu.

“Ada kamera CCTV, tapi mati. Kemudian dari keluarga korban, hasil pemeriksaan tidak mengenali pelaku,” ungkap Kapolres Tuban AKBP Darman, pada Minggu (6/3/2022).

Selain itu, kata Darman, posisi rumah korban yang berada di pinggir jalan juga menjadi salah satu kendala mengungkap kasus itu. Ia menyeburt, hasil profiling nomor handphone (HP) yang dilakukan pengecekan terdapat 78 nomor HP yang terlihat aktif disekitar lokasi.

“Kemudian kita perkecil masih ada 30 nomor handphone yang kita deteksi. Seandainya, CCTV hidup, kita tahu,” ujar Darman.

Tim Satreskrim Polres Tuban, hingga kini masih memburu komplotan perampok yang berhasil membawa kabur perhiasan dan uang milik juragan toko bangunan tersebut. Total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Dalam melakukan aksi kejahatannya, kawanan perampok itu membawa senjata tajam dan menyekap keluarga korban serta dua orang penjaga rumah, Rabu dini hari (16/2/2022) sekitar pukul 00.30 Wib.

Empat orang pelaku yang tidak diketahui identitasnya masuk ke halaman rumah korban dengan cara memanjat pagar rumah. Saat di dalam rumah, para pelaku menguras perhiasan dan uang korban dengan taksiran total kerugian mencapai Rp120 juta.

Barang berharga yang dibawa kabur pelaku di antaranya 20 emas batangan 1 gram, 4 gelang, 5 cincin, dua kalung emas, dan uang tunai Rp40 juta. Pelaku juga menggondol 2 gelang, 7 cincin, dan uang tunai Rp4.000.000 serta uang Rp10 juta di loker toko korban.

Komplotan pelaku pencurian tersebut kabur meninggalkan korban dalam posisi disekap dan dikunci di dalam kamar bawah. Sayangnya, keberadaan kamera CCTV milik korban yang semula diharapkan bisa membantu mengungkap kasus tersebut tidak berfungsi.

Darman kembali menambahkan, pihaknya akan meningkatkan patroli di daerah yang rawan dan kondisi sepi serta kawasan perumahan mewah. Hal tersebut telah ia sampaikan ke masing-masing Kapolsek jajaran sebagai upaya antisipasi terjadinya kejahatan serupa.

“Kita sampaikan ke masing-masing Kapolsek untuk meningkatkan patroli. Kita lakukan pencegahan semaksimal mungkin,” tambah mantan Kapolres Sumenep tersebut.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News