oleh

HIV AIDS di Nganjuk Capai 1.907 Kasus, Jauhi Penyakitnya Bukan Orangnya

Nganjuk, Jurnal Jatim – Jumlah kasus HIV AIDS di Nganjuk, Jawa Timur mencapai 1.907 orang penderita ODHA (Orang Hidup dalam HIV/AIDS). Angka kasus tersebut terbilang tidaklah sedikit.

HIV atau human immunodeficiency virus adalah sebuah gangguan yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.

KPAD (Komisi Perlindungan Anak Daerah) Nganjuk gencar melakukan sosialisasi dari tingkat RT, Desa atau Kelurahan, Kecamatan hingga kabupaten. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap isu HIV-AIDS dan menghilangkan stigma serta diskriminasi.

“HIV sekarang sudah ada obatnya, kalau ODHA sudah mematuhi aturan minum obat Antiretoviral (ARV) dan melakukan pola hidup sehat dia sama seperti orang lain yang tetap bisa beraktivitas normal,” ungkap management Kasus HIV KPAD Nganjuk, Triono, Jumat (25/3/2022)

Ia melanjutkan, untuk itu berkumpul dengan ODHA tidak perlu khawatir karena HIV tidak sebegitu mudahnya sebagaimana yang selama ini ditakutkan orang-orang. Karena stigma negatif dari masyarakat yang luar biasa.

Tak bisa dipungkiri, stigma masyarakat terhadap ODHA masih banyak, termasuk di Nganjuk. Penyebab timbulnya stigma itu karena kurangnya pengetahuan mengenai HIV dan AIDS dan tanggapan yang salah tentang cara penularan HIV.

Menurut Triono, penularan yang paling sering terjadi adalah pada saat berhubungan seksual bebas yang beresiko dengan sering ganti-ganti pasangan dan jarum suntik yang bergantian. Karena itu ada beberapa langkah untuk mencegah penularan HIV AIDS sejak dini dimulai dari keluarga.

Ia menuturkan, menurut data yang sudah KPAD kumpulkan selama ini, kebanyakan sekarang menyangkut ke masyarakat umum khususnya para ibu dan anak.

“Karena itu kita harus menguatkan keluarga sebagai benteng menghadapi HIV dan bagaimana para ibu mendidik anak-anaknya supaya tidak terjerumus terhadap pergaulan bebas,” ujarnya.

Ia menyebut, pencegahan HIV/AIDS berbasis keluarga itu juga merupakan tanggung jawab bersama keluarga dan masyarakat. Untuk itu KPAD dalam melaksanakan upaya pencegahan bekerja sama dengan semua pihak khususnya dukungan dari masyarakat.

“Kita harapkan semua keluarga membangun suasana yang harmonis di dalam rumah karena pencegahan HIV akan lebih mudah jika dilakukan dari keluarga. Jauhi penyakitnya bukan orangnya,” ujarnya.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News