oleh

Cerita Warga Jombang Jadi Langganan Banjir Sejak Tahun 1970-an

Jombang, Jurnal Jatim – Meski perlahan surut, namun banjir masih menggenangi permukiman warga Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang, Sabtu (12/3/2022). Di sana, ratusan warga dari empat Dusun terdampak banjir. Yakni di Dusun Jatirowo, Lengkong, Gedang dan Gotan.

Salah satu warga desa setempat, Wakini mengatakan banjir berlangsung sejak Kamis (10/2/2022). Air masuk ke permukiman pada dini hari di saat warga sedang terjaga. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat.

“Banjirnya sudah berlangsung dua malam. Air masuk jam 12 malam, dan saat itu saya tidak bisa tidur, duduk di depan rumah,” kata perempuan berusia 89 tahun itu saat ditemui Jurnaljatim.com di lokasi banjir, pada Sabtu (12/3/2022) siang.

Nenek Wakini menceritakan, banjir di desa Jatigedong, Ploso hampir setiap tahun terjadi. Dua tahun terakhir, termasuk sekarang ini disebut dia, adalah banjir terparah dengan ketinggian 1,5 meter lebih. Ia mengaku, setiap banjir, selalu tidak bisa tidur di malam hari.

“Dari kecil di kampung sini. Jadi langganan banjir di sini, banjir ini sejak tahun 1970 an. Tahun kemarin dan sekarang ini yang parah,” kata Wakini yang tinggal di rumah bersama anaknya yang sedang sakit sejak lama.

Cerita Warga Jombang Jadi Langganan Banjir Sejak Tahun 1970-an

Meski kampung halamannya jadi langganan banjir, nenek yang memiliki 9 orang saudara itu mengaku tak mengetahui pasti penyebab banjir di desanya.

“Gak tahu (sebabnya) kenapa. Dari dulu yang banjir seperti ini. Kalau pas banjir ya di rumah terus sama anak saya yang sakit itu,” kata dia.

Bupati Jombang, Mundjidah Wahab pada saat meninjau lokasi banjir di desa tersebut juga sempat menemui Wakini yang saat itu berada di teras rumah bersama putrinya yang sakit. Bupati juga sempat mengobrol dengan mereka dan memberikan uang.

“Terima kasih, saya doakan semoga sehat selalu dan dilancarkan rezekinya,” kata Wakini yang mendoakan Bupati Mundjidah Wahab.

Informasi didapat, banjir di Desa Jatigedong itu akibat luapan sungai setelah hujan deras di wilayah itu. Dua sudetan yang dibangun oleh pemerintah tidak bekerja secara maksimal karena air di sungai Brantas besar.

Banjir melanda wilayah di Jombang, Jawa Timur sejak Kamis (10/3/2022) lalu. Data dari BPBD Kabupaten Jombang, hingga saat ini, Sabtu (12/3/2023) terdapat 7 kecamatan yang terdampak.

Rinciannya 9 desa di Kecamatan Mojoagung, lalu masing-masing 8 desa di Kecamatan Sumobito dan Ploso, Kecamatan Kudu  4 desa, masing-masing 1 Desa di Kecamatan Peterongan, Tembelang dan Ngusikan.

Ketinggian air di sejumlah desa bervariasi, mulai dari 50 centimeter hingga 1 meter. Selain menggenangi rumah penduduk, banjir juga menyebabkan ratusan hektar sawah warga rusak.

“Kita dari Pemda bikin dapur umum di Kecamatan Ploso 3 titik, juga ada di Mojoagung dan Sumobito. Nah untuk di Ploso yang paling besar. Tadi saya ke dapur umum menyiapkan 1200 makanan dan  itupun 3 kali, kalau yang lain ada 600 dan 900 nasi bungkus. Dan hari ini sudah mulai surut,” ujar Bupati Mundjidah Wahab.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News.