oleh

Gudang di Jombang Yang Terbakar Sering Terjadi Pencurian

Jombang, Jurnal Jatim – Polisi tengah menyelidiki peristiwa kebakaran gudang plastik di tepi Jalan Soekarno- Hatta, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis sore (17/2/2022).

Kapolres Jombang, AKBP Moh Nurhidayat mengungkapkan pihaknya masih belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kebakaran gudang di tepi jalan raya nasional tersebut.

“Untuk unsur kesengajaan kita harus mencari dulu ya, kepastiaannya apakah ada unsur kesengajaan atau tidak, apakah ada kelalaian atau musim hujan, kita akan pastikan dulu, ini nanti dari tim serse,” kata Nurhidayat di lokasi kejadian kebakaran.

Kapolres mengungkapkan, keterangan dari pemilik lahan, tempat itu kosong dan tidak ada yang menjaganya. Karena tidak dijaga, sejumlah barang di tempat tersebut seperti kabel hingga CCTV hilang.

“Betul (pencurian), pencurian dari barang-barang bekas, kabel, karena kan gak ditunggu ya, ada beberapa laporan dan juga termasuk CCTV yang dicuri. Jadi saya minta untuk mengumpulkan data-data yang ada,” ujarnya.

Nah, dari situ bisa saja mengarah dugaan pada unsur kesengajaan. Namun, Kapolres meminta untuk menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) agar bisa mengetahui penyebabnya secara pasti.

“Dugaan awal nanti kita akan koordinasikan apakah ada aliran listrik, karena ini kosong tidak ada yang jaga sudah kita tanya dari pemilik lahan juga, bisa jadi kesengajaan, tapi kita masih menduga-duga, tapi masih asumsi, fakta nanti masih menunggu dari hasil tim olah TKP,” tandasnya.

Sementara itu, Anton (37), pemilik gudang mengungkapkan gudang seluas dua ribu meter tersebut dulunya digunakan tempat pengolahan biji plastik yang diolah menjadi tali rafia.

Namun sekitar lima tahun terakhir tidak lagi difungsikan untuk pengolahan, namun hanya untuk menyimpan limbah plastik berbagai jenis.

“Sudah lima tahun tidak digunakan untuk pengolahan, tapi untuk menyimpan limbah plastik saja,” katanya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Dia mendapat kabar dari warga dan kondisi api sudah berkobar.

Hingga pukul 18.00 WIB atau tiga jam lebih dari awal kebakaran tersebut, api masih belum berhasil dijinakkan. Sejumlah unit mobil damkar dengan 20 orang personel diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News.