oleh

Wakil Ketua PWNU Jatim Beberkan Alasan Dukung Gus Yahya di Muktamar

Jombang, Jurnal Jatim – PBNU akan menggelar Muktamar ke-34 di Lampung pada 23 sampai 25 Desember 2021 nanti. Santer muncul 2 kandidat ketua umum dalam muktamar itu, yakni KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan petahana KH Said Aqil Siradj.

Dikabarkan, pengurus wilayah Jawa Timur dan cabang Nahdlatul Ulama se -Jatim mendukung K.H. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan K.H. Yahya Cholil Staquf menjadi Ketum PBNU karena sesuai dengan ‘dawuh‘ para kiai.

Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam membeberkan alasan dukungan kepada KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Muktamar NU ke 34 di Lampung pada 23 sampai 25 Desember nanti.

“Cenderung kepada Gus Yahya karena historisnya adalah regenerasi,” ungkap Gus Salam ditemui sejumlah wartawan di ndalem Kasepuhan Ponpes Mambaul Maarif, Denanyar, Kabupaten Jombang, Sabtu (18/12/2021).

Pada dasarnya, Gus Salam menyatakan, kandidat yang muncul semuanya adalah kader tulen NU yang memang sudah nyata karya dan kiprahnya di dalam organisasi yang didirikan Hadratussekh KH Hasyim Asyari tersebut.

Dia menjelaskan, Said Aqil Siradj adalah seorang kiai yang sangat berkualitas dari segi keilmuannya. Selama dua periode memimpin NU juga sudah banyak prestasi yang ditorehkan. Sementara Gus Yahya secara nasab maupun keilmuan serta kapasitas kemampuannya sudah banyak orang yang menetahuinya.

Gus Salam mengatakan Yahya Staquf adalah orang yang melanjutkan cita-cita dan perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur di kancah internasional.

Ketika Gus Dur wafat dan sempat terjadi kevakuman hubungan antara NU dengan Internasional, Yahya dengan ketelatenan, keberanian serta kepercayaan dirinya mampu mengurai satu persatu jaringan internasional yang dibangun oleh Gus Dur atas perintah kiai Sahal Mahfudz.

“Kami mencintai kedua-duanya karena beliau berdua guru bagi kami, akan tetapi di dalam organisasi NU jajaran tanfidziah itu adalah posisi yang memerlukan regenaerasi yang reguler, yang harus terjadi dalam 5 maupun 10 tahun,” katanya.

Dikatakan Gus Salam, organisasi yang mapan adalah organisasi yang mampu menelorkan kader-kadernya dengan baik dan berkualitas. Dan salah satunya terlihat ketika nanti dalam muktamar ini muncul kader-kader yang baik.

“Untuk itu mereka harus diberi ruang yang cukup untuk mengabdikan diri, mengekspresikan kinerjanya kepada jamiyah NU. Kami sangat mengapresiasi prestasi Kiai Sais. Tapi bahwa saat ini adalah momentumnya regenerasi,” ujar dia.

Gus Salam kembali menegaskan, prinsip utamanya lebih condong ke Yahya Kholil Staquf karena regenerasi. Menurut dia, seorang ketua umum Tanfidziyah butuh mobilitas yang tinggi dan energik.

Apalagi sekarang ini sudah waktunya untuk memajukan NU di luar jawa. Jadi perlu ada akselerasi yang lebih cepat di luar jawa. Akselelerasi cepat itu akan bisa terwujud apabila ketua umumnya telaten datang ke tempat yang jauh dan itu tentu membutuhkan energi yang lumayan berat.

“Menurut saya umur Gus Yahya masih 55 tahun lebih tepat, kalau kiai Said sudah sepuh. makanya kita menginginkan kiai Said itu di rais syuriyah, untuk terus membimbing kita,” kata Gus Salam.

Semuanya sangat membutuhkan bimbingan dari Kiai Said Aqil khususnya dalam keilmuan. Kiai Said adalah ahli tarikh muarrikh. Seorang yang alim dan seorang yang berani.

“Kita berharap beliau (Kiai Said) itu membimbing kita semuanya di jajaran syuriyah. Untuk tanfidziyah yang mengatur organisasi, yang mengatur evaluasi dan daerah ini tentu butuh orang secara managemen mengerti dan faham dengan perubahan zaman serta punya energi yang kuat bisa menyapa wilayah dan jangakauan yang ada di luar jawa khususunya,” kata Gus Salam.

Sebelumnya, pada Selasa (14/12/2021) pengurus wilayah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur disebut Gus Salam kompak menjalankan perintah kiai-kiai sepuh untuk mendukung KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan K.H. Yahya Cholil Staquf menjadi Ketum PBNU.

“Kami mengamankan dawuh kiai sepuh untuk mendukung dan mengusung K.H. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan K.H. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU,” katanya

Gus Salam mengatakan dukungan pada sosok tersebut sebenarnya sudah lama, bahkan sudah dikeluarkan SK PWNU yang sifatnya mengikat organisasi. Ia menyatakan bahwa pihaknya sudah bulat mengamankan keputusan PWNU Jawa Timur dengan semua PCNU di Jatim.

“Dukungan ini sudah final, sudah lama, bahkan dua bulan yang lalu sudah mengeluarkan SK PWNU yang sifatnya mengikat, bulat di Jatim mendukung K.H. Miftachul Akhyar dan Gus Yahya sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU,” ujar Gus Salam.

 

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel