oleh

Penghuni Lapas Jombang Salat Gaib Doakan Korban Kebakaran di Tangerang

Jombang, Jurnal Jatim – Penghuni Lapas Kelas IIB Jombang, Jawatimur menggelar salat gaib untuk mendoakan 44 orang warga binaan yang tewas dalam kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Jawa Barat pada Rabu (8/9/2021) lalu.

Salat gaib dilakukan secara berjamaah di dalam masjid dan lapangan dalam Lapas Jombang. Mereka juga menggelar doa istigasah secara bersama-bersama untuk warga binaan Lapas Tangerang yang tewas tersulut api. Tampak petugas dan WBP kusyuk berdoa untuk para korban.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B, Jombang, Mahendra Sulaksana menyampaikan pihaknya turut berduka atas musibah kebakaran yang menimpa keluarga besar Lapas Kelas 1 Tangerang.

“Kami selama 7 hari melakukan kegiatan doa bersama, mulai dari salat gaib maupun tahlilan untuk mendoakan,” kata Mahendra, Minggu (12/9/2021).

Menurut Mahendra, kejadian di Lapas Tangerang adalah insiden dan musibah yang tidak inginkan semua orang. Selain itu tidak ada siapapun menghendaki kedatangan musibah seperti itu.

“Mudah mudahan jenazah Warga Binaan Lapas kelas I Tangerang bisa diterima di sisi Allah SWT dan pegawai Lapas Tangerang bisa melaksanakan tugasnya kembali dengan baik,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebagsi antisipasi musibah seperti di Lapas Tangerang, pihaknya melakukan deteksi dini dengan selalu mengontrol ke blok-blok Lapas,  baik terkait kontrol dengan barang terlarang maupun arus listrik di dalam setiap kamar.

“Dipastikan di dalam setiap kamar tidak ada colokan listrik yang ada di dalam kamar. Jadi semua jalur listrik ada di luar kamar, di dalam hanya kabel untuk penerangan,” imbuhnya.

Selain itu, PLN juga rutin mengecek kelistrikan di Lapas minimal tiga bulan sekali. Tak hanya itu, pihak Lapas juga rutin mengecek kondisi alat pemadam kebakaran agar pada saat dibutuhkan bisa digunakan dengan baik.

“Kami sosialisasi kepada WBP untuk saling menjaga supaya di dalam lapas ini tidak terjadi apa-apa dan seluruh petugas juga mengecek seluruh kondisi di dalam ruangan masing masing,” tukasnya.

Mahenda mengakui, Lapas Jombang saat ini kelebihan kapasitas hingga lebih 400 persen atau empat kali lipat dari peruntukan sekitar 200 orang, namun dihuni hampir seribu orang.

“Kalau sekarang penghuni lapas jumlahnya 982 orang. Dari jumlah itu, 60 persen perkara narkoba,” kata Mahendra kepada Jurnaljatim.com, Kamis (9/9/2021) lalu.

Banyaknya penghuni penjara di jalan Wahid Hasyim itu tak sebanding dengan petugas Lapas. Untuk mengurangi overload, pihaknya lapas melaksanakan program asimilasi warga binaan.

Asimilasi di rumah yakni narapidana yang sudah menjalani 1/2 masa pidana dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam peraturan menteri hukum dan ham.

“Program asimilasi di rumah bisa membantu kami dalam mengatasi overcrowded penghuni. Warga binaan sudah banyak yang menjalani program asimilasi di rumah,” katanya.

Untuk diketahui, kebakaran hebat melanda Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (8/9/2021) pukul 01.50 WIB. Sebanyak 44 orang menjadi korban tewas akibat kebakaran tersebut. Sementara, 81 orang mengalami luka-luka, di antaranya 73 luka ringan dan delapan luka berat.

 

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel