oleh

Siap Diperiksa, Istri Kedua Dokter di Jombang Bantah Keroyok Istri Ketiga

Jombang, Jurnal Jatim – Anjarwati, (42), Istri kedua dokter Husnu Raji’in (57), warga Jalan Patimura Gang III, Sengon, Kabupaten Jombang, Jawa Timur membantah melakukan pengeroyokan terhadap istri ketiga Dokter Husnu, Ninik Pratiwi (40) sebagaimana dilaporkan ke polisi beberapa hari lalu.

“Di sini tidak ada pengeroyokan, anak saya saat itu juga masih pakai mukena habis salat magrib dan mereka pasti tahu semuanya,” kata Anjar kepada wartawan, Jumat (18/6/2021).

Anjar membeberkan kronologi kejadian di rumahnya yang dia tulis di sebuah kertas. Kejadian itu Minggu (13/6/2021) sekitar jam 18.30 WIB. Ninik datang ke rumahnya dan bertemu dengan Husnu di depan rumah.

Tak lama kemudian, perempuan asal Perum Graha Yasmin itu teriak-teriak hingga terjadi ketegangan. Lalu, Husnu menuju rumah dan Ninik itu masuk. Di gerbang rumah, keributan pun terjadi antara dokter spesialis Anestesiologi itu dengan istri ketiganya.

“Pak Husnu saat itu didorong di garasi sampai  terdengar suara keras di garasi rollingdoor itu. Nah, Pak Husnu saat itu menahan tangan Ninik, mungkin dari situ (tangannya) gosong (memar), karena terlalu kuat dan erat memegang tangan Ninik,” katanya.

Keributan bergeser ke dalam rumah Anjar. Cekcok di dalam rumah tersebut terus terjadi antara Husnu dan Ninik.  Diakui Anjar, Ninik saat itu sempat jatuh karena memakai sepatu hak tinggi atau high heels. Dan itupun langsung ditolong sejumlah orang yang ada di rumah itu.

“Apa yang disampaikan Ninik itu tidak benar. Saya luruskan. Saya tidak pernah memukul, tidak pernah menendang. Demikian juga dengan Pak Husnu. Tidak memukul, tidak menendang,” tegas dia.

Istri kedua siap diperiksa

Wanita kelahiran Kediri itu menyebut, penyampaian Ninik di sejumlah media banyak bohongnya. Menurut Anjar, Ninik memelintir fakta-fakta yang terjadi pada saat itu. Dia juga menegaskan tidak terlibat cekcok. Karena cekcok yang terjadi itu hanya antara Ninik dengan dr Husnu.

“Saya tidak terlibat dalam cekcok itu. Apalagi melakukan pengeroyokan. Banyak saksinya. Apa yang dilaporkan Ninik ke polisi itu bohong alias hoaks,” ucapnya dia tegas sembari menyebut memiliki bukti rekaman kejadian itu.

Pun begitu, Anjar mengaku siap apabila dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. Anjar meyakini polisi akan obyektif dalam menangani perkara itu. Ia menyebut, saksi dan bukti-buktinya telah lengkap.

“Saksi dan bukti- bukti lengkap, saya percaya penuh dengan polisi di Jombang. Insyaallah apa putusannya, itu yang terbaik bagi saya, anak-anak saya sama Pak Husnu,” jelasnya.

Anjar mengungkapkan, dirinya sudah capek dengan perkara-perkara yang berurusan dengan Ninik. Karena hanya menghabiskan energi. Dia memilih fokus membesarkan keempat anaknya hasil perkawinannya dengan Husnu selama 21 tahun.

Saat ini, anak pertama dan kedua, Fira dan Sasa, sedang menempuh studi di Fakultas Kedokteran. Kemudian anak ketiganya, Hisyam, hendak masuk ke salah satu pesantren.

“Anak saya yang terakhir, Aisha Adreena Abdullah, menjadi youtuber. Saya lebih konsentrasi membesarkan anak-anak,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Ninik Pratiwi (41) telah melaporkan Husnu Roji’in, Anjarwati dan kedua anaknya ke Polres Jombang atas dugaan tindak pidana pengeroyokan. Laporan polisi itu nomor LP -B/56/VI/RES.1.6/2021/RESKRIM/SPKT Polres Jombang, Selasa 15 Juni 2021,

Sebelumnya, Ninik menerangkan, jika dia dikeroyok di rumah Anjarwati saat bermaksud menemui dokter Husnu yang tidak pulang ke rumah selama dua bulan terakhir. Ninik menyebut, ada enam titik luka memar pada tubuhnya akibat pengeroyokan tersebut.

“Memar 6 titik, di punggung, lengan dan kaki. Dipukul, ditendang, dicakar. Saya tidak melawan,” kata Ninik sembari menunjukkan bekas memar lengannya yang disebutnya akibat pengeroyokan.

 

Editor: Azriel