oleh

Bocah MI di Jombang Luka Parah Terkena Ledakan Petasan

Jombang, Jurnal Jatim – Seorang pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, harus dilarikan ke rumah sakit karena tangannya hancur akibat terkena ledakan petasan atau mercon yang disulutnya, Minggu pagi (2/5/2021).

Bocah kelas 6 MI asal Sentul, Kecamatan Tembelang, Jombang itu harus dioperasi tangannya karena terluka parah. Polisi saat ini masih mendalami kejadian itu dan mencari penjual petasan yang telah dilarang.

Informasi yang didapat, sekitar pukul 10.00 WIB, korban bersama bersama tiga oranh temannya membuat petasan yang dibeli dari penjual petasan di wilayah Kecamatan Megaluh.

Petasan jenis cabai yang berukuran kecil itu, dirakit menjadi tiga petasan besar oleh keempat bocah MI tersebut. Setelah itu, petasan diledakkan di area persawahan yang tidak jauh dari rumah korban.

“Mereka menyulut 2 petasan dan satu petasan ternyata busung (gagal meledak, red),” ungkao Kapolsek Tembelang Iptu Radyati Putri Pradini, Minggu (02/05).

Selanjutnya ketiga teman korban mengajak pulang dan kira- kira sudah berjalan 100 meter terdengar ledakan.

“Dan saat melihat ke belakang ternyata tangan korban sudah mengalami luka robek,” jelasnya.

Setelah kejadian itu, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit di Kecamatan Tembelang. Putri mengatakan, korban mengalami luka parah di tangan sebelah kanan.

“Kami masih mendalami kejadian itu. Dan mencari penjual petasan,” tegas Putri.

Ledakan petasan di Jombang pada bulan Ramadan 1442 Hijriah tidak hanya kali ini saja. Kamis (15/4/2021) lalu, petasan meledak di rumah Sukijan, warga Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang. Dua orang meninggal dunia dalam ledakan tersebut.

Korban yakni Joko Slamet (35) dan Sainten (55). Kedua korban adalah ibu dan anak. Sementara Sukijan selamat dalam kejadian itu karena sedang salat tarawih di Masjid setempat.

 

Editor: Hafid