oleh

KAI Daop 7 Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu Banjir di Jombang

Madiun, Jurnal Jatim – PT Kereta Api Indonesia Daop 7 Madiun, Jawa Timur memastikan tidak ada kereta api yang perjalanannya terganggu akibat banjir di sejumlah daerah di wilayah kerjanya, termasuk banjir di Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.

“Sampai saat ini, untuk jalur Kereta Api (KA) terpantau masih aman,” kata Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Jawa Timur dikonfirmasi lewat WhatsApp, Kamis (4/1/2021).

Meski dalam kondisi terpantau aman, namun pihak KAI masih tetap waspada terhadap bencana banjir yang sewaktu-waktu datang. Sebab, intensitas hujan cukup tinggi.

“Pimpinan atau Kepala Daop 7 tiap hari meminta kepada jajaran terkait untuk selalu waspada dan segera mengabarkan pada pusat pengendali jika terjadi hal-hal yang mengganggu perjalanan KA,” terangnya.

Upaya kewaspadaan terhadap banjir di antaranya menerjukan langsung pelaksana di lapangan tatkalah curah hujan cukup tinggi dengan melakukan pengukuran ketinggian debit air.

Mantan Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto itu menyebut, pimpinannya juga memerintahkan unit terkait untuk terus memantau dan mengawasi serta membersihkan saluran-saluran yang ada di jembatan jalur KA agar arus berjalan lancar.

“Sebagai antisipasi, tim di lapangan juga membuat bendungan dari pasir dimasukan karung. Seperti yang telah dilakukan di sekitar stasiun Sembung,” jelas Ixfan pada Jurnaljatim.com.

KAI Daop 7 Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu Banjir di Jombang

Banjir rendam jalan nasional

Diketahui, sejak Kamis Rabu (3/2/2021) malam, terjadi banjir di Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang yang disebabkan karena tanggul sungai Brawijaya jebol hingga air di sungai Avur meluap.

“Ini dampak dari kali Konto di Damarwulan Kediri yang tinggi. Air nggak muat dan bawa sedimen berupa kayu-kayu banyak, air turun dam Gude sampai masuk ke avur Besuk dan Avur Brawijaya ini,” kata UPT Pengairan Perak, M Herman, Kamis (4/1/2021).

Selain menggenangi permukiman, banjir juga merendam jalan raya nasional yang menghubungkan Surabaya-Madiun. Akibatnya, arus lalu lintas di jalan raya nasional itu macet hingga 4 kilometer.

“Tadi (kemacetan) sudah hampir 4 kilometer pas saya menuju ke sini, kemacetan dari pintu tol bandar sampai ke sini. Kita lakukan pengaturan lalu lintas supaya tidak semakin macet,” kata Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho saat meninjau banjir.

Agung mengatakan, petugas lalu lintas akan melakukan pengalihan arus yang dari arah Surabaya masuk lewat pintu tol Bandar

“Kita berikan imbauan bahwa jalur macet, silahkan melalui jalur tol. Kalau yang ke Kediri lewat pintu tol Nganjuk, agak melambung sedikit tapi lebih cepat untuk saat ini,” kata Agung.

 

Editor: Azriel