Kediri, Jurnal Jatim – Komisi II DPRD Kabupaten Kediri telah menerima aspirasi dari paguyuban pedagang pasar ikan hias dan kuliner Simpang Lima Gumul (SLG) dan menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama, Kamis (23/7/2026).
RDPU yang juga menghadirkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) itu merupakan tindak lanjut surat permohonan audiensi paguyuban pedagang ikan hias. Dalam RDP itu, para wakil rakyat dan OPD mendengarkan langsung berbagai persoalan dan kebutuhan para pedagang.
“Semua aspirasi kami tanggapi dengan baik. Karena itu kami menghadirkan OPD terkait supaya setiap persoalan bisa langsung dibahas bersama instansi yang berwenang,” kata wakil ketua komisi II DPRD Kabupaten Kediri, Moh. Zaini.
Komisi II DPRD Kabupaten Kediri menyatakan akan merekomendasikan sejumlah program kepada OPD terkait. Menurut komisi II, Momentum pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) dimanfaatkan untuk mengusulkan program yang dapat mendukung pengembangan kawasan Pasar Ikan Hias.
Beberapa rekomendasi di antaranya mendorong Dinas Pariwisata menyusun agenda pertunjukan dan hiburan untuk menarik pengunjung, meminta Dinas Perikanan memusatkan pelaksanaan kegiatan Gemar Makan Ikan Nasional di Pasar Ikan Hias.
Serta mengusulkan pelatihan pemasaran digital dan live streaming bagi generasi muda pedagang melalui Dinas Perdagangan. Selain itu, Dinas Pariwisata juga diminta melakukan peninjauan dan evaluasi kawasan guna meningkatkan kenyamanan pengunjung melalui penataan fasilitas dan lingkungan.
DPRD juga menanggapi isu yang berkembang yakni rencana pemindahan sentra perdagangan Raja Murah (RJM) di kawasan Simpang Lima Gumul. Komisi II menegaskan hingga saat ini informasi itu sebatas rumor.
Berdasarkan hasil pembahasan, keberadaan RJM dinilai legal karena telah memiliki status sewa dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski demikian, DPRD mengakui masih terdapat sejumlah persoalan seperti potensi kemacetan dan kebersihan lingkungan.
Karena itu, OPD terkait diminta melakukan penataan agar dampak negatif tersebut dapat diminimalkan tanpa menghilangkan keberadaan RJM yang dinilai menjadi salah satu daya tarik pengunjung di kawasan SLG.
Zaini, mengatakan bahwa pemerintah daerah selama ini telah berupaya memberikan dukungan keberlangsungan aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Ikan Hias SLG. Berbagai kekhawatiran yang sempat berkembang di masyarakat tidak terbukti.
“Kalau ada pendapat yang berbeda di masyarakat itu hal yang wajar, namun tidak sampai seperti yang kami khawatirkan. Harapan kami, kekhawatiran itu insyaallah tidak terjadi,” ujar Zaini.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ikan Hias dan Kuliner SLG, Sarjana, mengungkapkan bahwa pedagang berharap berbagai fasilitas yang masih kurang dapat segera dipenuhi serta berbagai persoalan yang menghambat perkembangan pasar dapat segera diselesaikan.
“Kami berharap ada dukungan pemerintah agar Pasar Ikan ini bisa lebih cepat berkembang. Kebutuhan yang masih kurang bisa dipenuhi dan persoalan-persoalan yang ada dapat segera diselesaikan,” ungkapnya.
Sarjana juga berharap kegiatan-kegiatan yang mampu meningkatkan kunjungan masyarakat ke Pasar Ikan Hias terus diperbanyak.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






