Nganjuk, Jurnal Jatim – Sebuah truk boks ekspedisi tertabrak kereta api di perlintasan sebidang resmi terjaga KM 126+428 pada petak jalan antara Stasiun Bagor dan Saradan, tepatnya di Desa BagorKulon Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Kamis (9/7/2026), sekitar pukul 14.45 WIB.
Truk ekspedisi J&T bernopol L 9417 CL tersebut dikemudikan TNA (22), laki-laki, asal Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. TNA dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.
Kepala seksi humas Polres Nganjuk Iptu Fajar Kurniadi menjelaskan kejadian itu bermula truk ekspedisi yang saat melaju dari arah barat.
Di belakang kendaraan itu, ada sepeda motor Honda Supra bernopol AG 3530 XA yang dikendarai oleh DM (64) warga Desa Mancon Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk.
Kendaraan tersebut kemudian melintasi perlintasan rel kereta api resmi terjaga Desa Bagorkulon. Diduga saat itu truk boks tersebut menerobos palang pintu perlintasan.
“Nahasnya secara bersamaan melintas Kereta Api Logawa Jurusan Jember- Purwokerto ata dari arah timur ke barat yang kemudian menabrak bagian truk boks tersebut,” kata Fajar, Kamis (9/7/2026).
Akibat benturan keras tersebut, kendaraan terpental dan menimpa pengendara motor Supra yang berada di belakangnya.
“Kejadian itu membuat pengemudi TNA meninggal dunia di tempat dengan kondisi luka berat,” ujarnya.
Sementara, pengendara motor, DM mengalami luka berat patah kaki yang selanjutnya dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD Nganjuk untuk .
Petugas mengamankan satu unit truk dan sepeda motor yang dikendarai kedua korban dalam kondisi rusak berat.
“Untuk penyebab laka truk dengan Kereta api saat ini masih dalam pendalaman dari pihak kepolisian, dan penanganan lebih lanjut oleh Unitgakkum Satlantas Polres Nganjuk,” ujarnya.
Keterlambatan Kereta Api
Akibat kejadian tersebut, jalur hulu dan hilir sempat tidak dapat dilalui. Dampaknya, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan maupun berhenti luar biasa (BLB).
Kereta yang terdampak antara lain KA Ranggajati, KA Argo Semeru, KA Brantas, KA Argo Wilis, KA Jayakarta, serta sejumlah kereta lain yang melintasi jalur tersebut.
KAI Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan perjalanan akibat kecelakaan tersebut.
“Petugas KAI bersama pihak terkait telah melakukan penanganan di lokasi Daan saat ini perjalanan kereta api dapat kembali normal. Kami mohon maaf kepada pelanggan karena perjalanan kereta sempat terganggu,” ujarnya.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






