Misteri Kematian Ibu dan Anak di Eks Asrama Polisi di Jombang Terbongkar

Jombang, Jurnal Jatim – Misteri kematian ibu dan anak eks asrama polisi (Aspol) Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (25/2/2026) lalu, terbongkar.

Kematian anak akibat cairan pembersih lantai yang diminumkan oleh ibunya. Begitu juga sangat ibu tewas setelah menenggak cairan yang sama

Kasus tersebut terbongkar setelah polisi melakukan serangkaian proses penyelidikan. Mengumpulkan keterangan para saksi, hingga autopsi jenazah.

Kedua korban ibu anak ini berinisial SK (36) dan Na (6) asal Desa Balong Gebang, Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menjelaskan, tim forensik menemukan kandungan zat kimia berbahaya berupa asam klorida (HCl) pada lambung SK.

Zat itu identik bahan pembersih lantai merek tertentu yang sengaja dibeli SK melalui kerabatnya sebelum kejadian. Polisi menemukan luka lepuh di area wajah Na yang diduga akibat paparan cairan kimia tersebut.

“Jadi, berdasarkan serangkaian scientific crime investigation Polres Jombang yang dibackup Polda Jatim, kami simpulkan NK meminumkan cairan pembersih lantai kepada anaknya, kemudian melakukan pembakaran, selanjutnya yang bersangkutan melakukan bunuh diri dengan cara yang sama,” ujarnya.

Berdasarkan analisis Electronic Justice System melalui rekaman CCTV dan keterangan saksi kunci, polisi tidak menemukan indikasi keterlibatan pihak ketiga, mematahkan awal mengenai adanya dugaan pembunuhan atau penganiayaan.

Saksi seorang penjual BBM eceran di sekitar lokasi mengonfirmasi bahwa kedua korban terlihat berboncengan motor tanpa helm menuju TKP.

“Korban berangkat dari Nganjuk hingga lokasi hanya berdua, tanpa ada orang lain yang mengikuti atau menunjukkan aktivitas mencurigakan,” tambah kapolres.

Meski ditemukan  mengenaskan, tim medis menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh kedua korban.

Kematian Na (6) disebabkan gagal napas akibat luka bakar dan inhalasi asap gas (mati lemas). Sementara sang ibu meregang nyawa akibat perdarahan hebat serta kerusakan rongga perut akibat reaksi kimia dan pembakaran.

Ardi menambahkan, SK sebelumnya pernah melakukan upaya bunuh diri dengan meminum cairan pembasmi serangga. Karakter korban cenderung tertutup dan memendam masalah.

“Kami turut berduka kepada keluarga, semoga almarhumah husnul khatimah dan diampuni segala salah dan khilafnya,” ujarnya.

Berita ini tidak bertujuan menginspirasi siapapun untuk bunuh diri. Bagi warga yang sedang mengalami gangguan mental bisa mengakses layanan konsultasi ke psikiater atau rumah sakit yang memiliki fasilitas pelayanan kesehatan jiwa.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com