Jombang, Jurnal Jatim – Rumah sakit umum di Kecamatan Mojoagung Jombang Jawa Timur “cuci tangan” soal temuan limbah medis campur sampah rumah tangga yang menumpuk di lahan YN (42), warga Mancilan kecamatan setempat.
Rumah sakit setempat terkesan menyalahkan pihak dinas lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Jombang Jawa Timur karena tidak memberikan fasilitas yang diminta pada saat itu.
“Saya kembalikan ke LH karena dari pihak LH (lingkungan hidup) tidak memberi fasilitas. Sudah pernah (pengajuan) dan kita mendatangi ke LH,” kata Direktur RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung Erika Widayanti Lestari dikonfirmasi pada Selasa (14/3/2023).
Pada kesempatan itu, Erika membeberkan upaya untuk koordinasi terkait pengolahan sampah rumah tangga atau sampah pasien kepada DLH Kabupaten Jombang.
“Terus terang LH sini itu juga aneh, kita sudah mendatangi ke LH sana, karena akreditasi itu harus ada MoU dengan pihak LH. Kalau pengalaman di Kediri, LH nya jalan, bak sampah dari LH nya langsung,” kata dia merujuk pengalaman penanganan DLH Kediri.
Baca sebelumnya: Limbah Medis Ditemukan di Tumpukan Sampah Pekarangan Warga Mojoagung Jombang
Baca sebelumnya: Warga di Jombang Protes Limbah Medis Dibuang Sembarangan
Kedatangan pihaknya ke DLH kala itu mendapat jawaban keterbatasan armada. Ia menyebut, pihak DLH tidak ada kendaraan yang mau ambil sampah ke RS langsung.
“Karena DLH-nya gak sanggup, akhirnya kita disuruh nyari sendiri,” kata perempuan asal Kediri ini didampingi sejumlah pegawai rumah sakit di ruang kerjanya.
Ia tidak ingat secara pasti waktu mendatangi DLH Jombang. Namun, itu tidak lama setelah rumah sakit beroperasi. Karena tidak mendapatkan solusi dari DLH Jombang, kemudian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mojoagung, Sirojul Anam mempertemukan dengan kepala Desa (Kades) Mancilan, Atim Riduwan.
Melalui Sirojul itulah, RS bermitra dengan untuk pembuangan sampah dengan Desa Mancilan. Kala itu, Kades disebut Erika, mengaku mempunyai tempat pembuangan sampah (TPS).
Hingga didapati kesepakatan sampah pasien diurus (diambil) pihak desa Mancilan dan pihak rumah sakit memberikan kompensasi sekitar Rp1,5 juta per bulan kepada desa.
“Ya Rp1,5 (juta) segitu, dia (Kades) mintanya dulu gak segitu, karena masih baru kita tawar Rp1,5 juta dulu,” lanjutnya.
Rupanya oleh Kades Atim diserahkan kepada warganya, yakni YN. Atim membayar Rp1 juta per bulan kepada YN yang mengambil sampah tersebut.
Selama satu tahun lebih, sampah itu ditumpuk di pekarangan rumah YN. Sebab, desa Mancilan tidak memiliki TPS seperti yang disampaikan Kades kepada RSU PKU. YN beralasan, TPS penuh sehingga sampah ditumpuk di pekarangannya.
“Yang jelas sampah pasien, pertama kali ACC sampah pasien, ketotan (terbawa) sampah ngeten (infus) mungkin keteledoran pihak PKU,” kata YN, Selasa (14/3/2023) lalu.
Terkait temuan sampah bercampur limbah medis, Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum mengaku segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan secara langsung.
“Ke lapangan (lokasi) itu pasti, paling cepat besok (Selasa 21 Maret 2023),” kata Ulum dihubungi melalui telepon, Senin (20/3/2022).
Ulum menegaskan, pemerintah dalam hal ini DLH hanya mengambil sampah di TPS untuk dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Hal itu juga sebagaimana dalam undang-undang yang mengatur sampah.
“Undang-undang sampah itu, kewajiban sumber Sampah itu mengirim, membawa Sampah sendiri ke TPS terdekat, kalau dari TPS ke TPA itu kewajiban pemerintah, dalam hal ini DLH,” ujar Ulum.
Lebih lanjut mantan Kepala Dinas PUPR Jombang itu menambahkan untuk di wilayah Mojoagung sudah ada TPS yang lokasinya di sub terminal Mojoagung, yakni di Mojotrisno.
Sebelumnya diberitakan Jurnaljatim.com, tumpukan sampah yang di antaranya terdapat limbah medis ditemukan di pekarangan rumah salah satu warga Desa Mancilan Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur. Diduga dari rumah sakit umum di wilayah setempat.
Ada tiga titik tumpukan sampah di areal lokasi itu. Tumpukan sampah berupa botol infus, botol bekas obat, karet penutup kepala dan bungkus plastik bekas jarum suntik terlihat di antaranya. Namun lebih dominan juga sampah kertas bekas yang diduga bungkus plastik alat medis, maupun popok. [Tim]
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com