Limbah Medis Dibuang Sembarangan, Anggota DPRD Jombang: Menyalahi Aturan!

Jombang, Jurnal – Anggota , Syarif Hidayatullah menegaskan limbah sampah dari sakit harus dihancurkan. Sesuai aturan tidak boleh ada di masyarakat.

Pria yang akrab dipanggil itu menyampaikan ketika dikonfirmasi terkait temuan limbah campur sampah rumah tangga di lahan milik warga Desa Mancilan, Mojoagung, Jombang, pada Selasa (14/3/2023) pekan lalu.

Gus Sentot sempat mempertanyakan kebenaran asal muasal sampah tersebut. Sementara DLH Jombang sudah memastikan dari rumah sakit setempat. Bahkan DLH dalam sidak lokasi menemukan diduga limbah medis

Sebagai anggota komisi yang konsen pada bidang kesehatan, Gus Sentot mendorong  siapapun tim yang di lapangan memastikan apakah memang itu sampah berasal dari rumah sakit karena unsur kesengajaan ataukah lainnya.

“Kalau memang itu dari Rumah Sakit (RS) jelas menyalahi aturan,” kata anggota komisi D DPRD Jombang ini dihubungi wartawan melalui telepon, Selasa (21/3/2023) lalu.

Baca sebelumnyaLimbah Medis Ditemukan di Tumpukan Sampah Pekarangan Warga Mojoagung Jombang

Baca sebelumnya: Warga di Jombang Protes Limbah Medis Dibuang Sembarangan

Baca sebelumnya: Temuan Limbah Medis di Lahan Warga, RS di Mojoagung Jombang Cuci Tangan

Baca sebelumnya: DLH Jombang Temukan Limbah Jarum Suntik Rumah Sakit Dibuang Sembarangan

Namun begitu, masih butuh dicek lagi, klarifikasi ke rumah sakit setempat. Dirinya juga menyayangkan jikalau memang limbah medis itu berasal dari rumah sakit.

“Tapi saya berharap dikroscekkan dulu kebenaran aslinya bagaimana, apakah itu memang dari Rumah Sakit ataukah fitnah seperti yang dikemukakan pihak Rumah Sakit,” ujarnya.

“Ini perlu di cek lagi, saya cuma berharap yang pertama kejadian ini jangan sampai terulang kembali. Bagaimanapun juga limbah medis tidak boleh dibuang di masyarakat, secara normatif,” sambungnya menegaskan.

Jika terbukti kebenaran pihak RS membuang limbah medis, maka pihak akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan selaku pihak yang membawahi.

“Saya kan hanya menyampaikan keluhan dari masyarakat ternyata ada masyarakat, salah satunya lewat media menyampaikan bahwa ada yang dibuang dan terbuang di sampah. Sanksi dan lain sebagainya tergantung dinas kesehatan Jombang,” ujar ketua DPC Partai Demokrat Jombang ini.

Sebelumnya, DLH Kabupaten Jombang telah mengecek lokasi sampah rumah tangga yang menumpuk di lahan warga Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Selasa (21/3/2023).

Pihak DLH mengakui menemukan jarum suntik diduga limbah medis di sampah rumah tangga atau sampah konsumsi pasien itu. Hal itu sebagaimana disampaikan kepala DLH Jombang Miftahul Ulum.

“Tadi kan teman-teman ke sana, yang banyak itu sampah rumah tangga, limbah medis itu ada, memang ada, cuma gak mendominasi, contoh Jarum suntik, itu (limbah) medis,” kata Ulum sapaan akrabnya dikonfirmasi wartawan di acara kirab tumpeng apem di Alun-alun Jombang, Selasa (21/3/2023).

Mantan kepada Dinas PUPR Kabupaten Jombang itu belum mengetahui pasti temuan limbah medis itu karena faktor kesengajaan atau ketidaksengajaan. Kendati begitu, Ulum menegaskan limbah medis tidak boleh dibuang sembarangan.

“Dari jumlah (temuan limbah medis) tadi gak signifikan. Tapi ya gak boleh karena kalau limbah medis kan harus dihancurkan,” ujar dia.

Ulum juga memastikan sampah rumah tangga yang menumpuk di lahan salah satu warga Desa Mancilan itu dari rumah sakit di kecamatan setempat.

“Kalau yang kita lihat tadi sing, infonya itu memang dari Rumah sakit. Setelah kita terima informasi dari masyarakat, teman-teman maupun Rumah sakit, hari ini kita cek lapangan ternyata benar. Ternyata (sampah) tidak langsung dibuang ke TPA tapi dikumpulkan di rumah seseorang,” katanya.

Setelah pengecekan lokasi, Ulum menyebut, langkah selanjutnya membantu mengambil (mengangkut) sampah rumah tangga itu untuk dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

“Besok akan kita pilah-pilah kalau masih ada lagi (limbah medis) harus disingkirkan. Kita bantu mengangkut sampah, sifatnya membantu bukan permanen, karena ini kedaruratan. Jangan sampai di rumah penduduk itu banyak sampah. Sampah medis tanggung jawab rumah sakit untuk kerja sama dengan pihak ketiga,” ucapnya.

Lebih lanjut Ulum menambahkan, pihaknya telah memanggil pihak rumah sakit terkait temuan itu. Pada pemanggilan itu, pihaknya meminta supaya tidak sampai terjadi lagi baik faktor sengaja maupun tidak sengaja dengan membuang sampah medis dicampur sampah rumah tangga. [Tim]

Dapatkan update menarik hanya di .com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com