Terdakwa Penyelewengan Pupuk Subsidi di Tuban 2 Kali Mangkir Sidang, Begini Kata Jaksa

Tuban, Jurnal Jatim –  Tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban akan menjemput paksa terdakwa perkara dugaan penyelewengan pupuk subsidi, Goplo (40) jika kembali tidak hadir dalam sidang lanjutan di pengadilan negeri setempat.

Terdakwa Goplo tercatat sudah dua kali tidak memenuhi pemanggilan jaksa untuk hadir di persidangan. Terdakwa selama ini juga tidak ditahan oleh jaksa.

“Jika kembali tidak hadir, jaksa berencana akan menjemput paksa terhadap terdakwa,” ungkap Kasi Intel Kejari Tuban, Muis Ari Guntoro, Senin (31/10/2022).

Ia menyatakan, terdakwa akan menjalani sidang lanjutan di PN Tuban dengan agenda mendengarkan keterangan ahli yang digelar pada Kamis (3/11/2022) ini. Pada sidang itu, jaksa menyampaikan terdakwa akan hadir dalam persidangan.

“Jaksa menyampaikan terdakwa akan hadir,” kata Muis panggilan akrab Muis Ari Guntoro.

Sebelumnya, terdakwa perjara dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi kembali tidak hadir pada sidang lanjutan PN Tuban, pada Kamis (27/10/2022) lalu. Majelis hakim kemudian menunda agenda sidang tersebut.

Humas PN Tuban Uzan Purwadi menegaskan terdakwa sudah dua kali mangkir dalam persidangan. Pertama dengan alasan karena sakit dan kedua tidak hadir tanpa keterangan yang sah.

Namun begitu, pihak jaksa menepis tuduhan PN Tuban. Pihak jaksa mengklaim terdakwa dua kali tidak hadir di persidangan karena sedang sakit.

“Terdakwa sakit, ada surat dokternya,” jawab Muis Ari Guntoro ketika di konfirmasi alasan terdakwa tak hadir di persidangan.

Diketahui, Goplo diringkus polisi karena diduga telah menimbun dan menjual pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dalam surat dakwaannya, terdakwa Goplo mengaku mendapatkan pupuk subsidi jenis urea dengan cara membeli dari kelompok tani yang berada di wilayah Tuban hingga Rembang, Jawa Tengah.

Terdakwa membeli satu sak pupuk seberat 50 kilogram dengan harga Rp165 ribu. Lalu pupuk subsidi dijual kepada petani dengan harga di atas HET yakni Rp180 ribu per sak dengan berat 50 kilogram. Hasil bisnisnya itu, terdakwa mengambil keuntungan setiap satu sak sebesar Rp15 ribu.

Sesuai dengan ketentuan Permentan nomor 41 Tahun 2021 HET pupuk bersubsidi pemerintah tahun 2022 untuk pupuk jenis urea adalah sebesar Rp112.500/sak.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.