oleh

Update Kasus Dugaan Intimidasi Wartawan Jombang, Kuasa Hukum Bilang Begini

Jombang, Jurnal Jatim – Penyidik kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap stringer televisi swasta Muhammad Fajar Eljundy, korban intimidasi dan perampasan alat kerja saat menjalankan tugas peliputan kericuhan bola voli di Jombang, Jawa Timur.

Polisi menggali keterangan dari Fajar terkait kasus yang ia laporkan akhir Agustus lalu. Yakni, Kamera handycam dirampas oknum guru saat meliput kericuhan pertandingan Bola Voli Bupati Cup 2022 di GOR Merdeka, Jombang, Rabu (31/8/2022) lalu.

Selain dirampas yang menyebabkan kamera handycam-nya rusak, Fajar juga diintimidasi serta diduga diminta paksa menghapus file rekaman video hasil peliputannya saat itu.

Polisi awalnya menggunakan pasal 407 KUHP dalam kasus dugaan intimidasi itu. Namun, pada perkembangannya, pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999, tentang pers juga akan digunakan. Sebab, terduga pelaku melakukan upaya menghalangi-halangi tugas jurnalistik.

Kuasa hukum Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Jombang yang ditunjuk mendampingi korban Muhammad Fajar Eljundy, Beny Hendro Yulianto, SH menyatakan penyidik kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap korban Muhammad Fajar Eljundy, Selasa (6/9/2022).

“Saya mendampingi klien untuk menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Jombang. Dapat kami sampaikan dengan serangkaian fakta yang disampaikan, Polisi bakal menggunakan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999, tentang pers,” kata Beny, Rabu (7/9/2022) pagi.

Adapun menurut Beny Hendro, delik yang bakal dikenakan oleh penyidik yakni pasal 18 ayat 1. “Jadi yang bakal digunakan untuk menjerat terduga pelaku yakni pasal 18 ayat 1,” kata pengacara asal Jombang ini.

Pemeriksaan terhadap Fajar Eljundy yang merupakan anggota PWI Jombang itu adalah pertama kali setelah ia melaporkan kasus tersebut ke Polisi. Beny menyebut jika pemeriksaan berjalan selama dua jam.

Oleh penyidik, Fajar El Jundy, stringer TV One Jombang diberikan 23 pertanyaan. Mulai dari alur kejadian yang menimpanya, hingga peran terduga pelaku yang berjumlah dua orang.

“Pemeriksaan dilakukan selama dua jam, dan penyidik total memberikan 23 pertanyaan. Di antaranya terkait kronologi kejadian secara lengkap, hingga peran dua terduga pelaku,” kata.

Dikatakan Beny, pihaknya juga menyerahkan sejumlah alat bukti guna proses penyelidikan yang saat ini sedang berjalan. Dalam kasus itu, pelapor (korban) mengajukan saksi Faiz Hasan.

“Termasuk kami juga menyerahkan alat bukti kepada penyidik. Berupa kartu anggota PWI, surat tugas dari TV One, hingga kartu uji kompetensi wartawan (UKW),” ujar Beny Hendro.

Secara umum, kuasa hukum PWI Jombang itu memberikan apresiasi terhadap kinerja Polres Jombang. Sebab seiring hasil pemeriksaan itu, polisi bakal menggunakan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999, tentang pers.

“Harapannya, semoga terduga pelaku yakni kepala sekolah serta oknum guru segera dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya memungkasi.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha belum memberikan penjelasan perkembangan kasus dugaan intimidasi dan perampasan kamera wartawan itu. Giadi hanya menyebut masih dalam penyelidikan.

“Masih tahap penyelidikan mas,” kata Giadi Nugraha dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp, Selasa malam (6/9/2022).

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com

Editor: Azriel