oleh

Manusia Silver dan Pengamen Angklung di Nganjuk Diamankan Satpol PP

Nganjuk, Jurnal Jatim – Manusia silver yang menampakkan diri di persimpangan lampu merah pertigaan Warujayeng, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur membuat resah sejumlah pengguna jalan.

Ketika lampu menyala merah, manusia silver itu akan mengemis kepada pengendara yang berhenti dengan membawa kotak atau kaleng yang digunakan untuk meletakkan uang.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nganjuk turun ke lapangan, setelah mendapat laporan dari masyarakat yang resah, Selasa (13/9/2022).

Mereka mendapati adanya seorang manusia silver di simpang lampu merah di Pertigaan Warujayeng Jurusan ke Badug, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.

“Jadi, masyarakat melapor, katanya manusia silver itu meminta-minta uang, sehingga mengganggu keamanan dan kenyamanan berlalu lintas,” Kata Kasi Trantib Satpol PP Pemkab Nganjuk, Sutikno, Rabu (14/9/2022).

Manusia silver yang diamankan itu usianya tidak lagi muda. Aksi meminta-minta atau mengemis dengan mengecat seluruh bagian tubuh menjadi manusia silver dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

“Untuk manusia silver diberi pembinaan, dan surat peringatan di tempat,” ujar Sutikno.

Di tempat terpisah, Satpol PP Kabupaten Nganjuk juga mengamankan pengamen angklung yang berada di perempatan traffic light (Sebelah Selatan Upt. Damkar Warujayeng) Kecamatan Tanjunganom.

Dikatakan Sutikno, mereka telah meresahkan masyarakat pengguna jalan dan melanggar peraturan daerah (Perda) Perda Kabupaten Nganjuk Nomor 8 Tahun 2013 Pasal 36.

“Terhadap yang bersangkutan kami beri Pembinaan di tempat dan peringatan secara tertulis agar tidak mengulangi lagi,” ujarnya.

Sedangkan untuk barang bukti yakni berupa sarana dan prasarana angklung milik para pengamen diamankan di kantor Satpol PP Kabupaten Nganjuk.

Sutikno menegaskan jikalau para pengamen dan pengemis yang terjaring razia Trantibum Satpol PP kali ini kedapatan mengulangi perbuatannya lagi, maka pihaknya akan melakukan proses pembinaan lebih lanjut dengan mengirimnya ke Dinas Sosial.

“Dan kami mengimbau masyarakat Nganjuk untuk melaporkan kejadian darurat terkait Trantibum pada Command Center Kabupaten Nganjuk agar segera ditindaklanjuti,” kata Sutikno memungkasi.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com