oleh

Jual Sabu, Pasangan Kekasih Asal Tuban Setia Bersama di Penjara

Tuban, Jurnal Jatim – Sepasang kekasih pengedar narkoba sabu-sabu di Tuban, Jawa Timu dibekuk aparat kepolisian setempat. Keduanya kini mendekam di dalam penjara.

Pasangan kekasih itu berinisial SYA (25), perempuan asal Desa Sugiharjo, Kecamatan Kota Tuban dan pria berinisial MINS (25) warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Kota Tuban.

“Dua-duanya ditahan, mereka sama-sama memakai dan mengedarkan juga,” kata Plt Kasatresnarkoba Polres Tuban, Iptu Rukandar, Jumat (9/9/2022).

Sebelum diringkus, sepasang kekasih muda tersebut diketahui akan merencanakan nikah lantaran sudah lama menjalin asmara.

“Informasinya begitu (hendak nikah) tapi sekarang keduanya telah ditahan,” katanya.

Terbongkarnya aktifitas terlarang sejoli itu terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan ulah mereka. Polisi, melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah informasi.

Hingga akhirnya petugas reserse narkoba Polres Tuban berhasil menangkap keduanya dalam operasi tumpas semeru narkoba 2022.

Mereka diringkus tanpa perlawanan ketika akan transaksi paket sabu di tepi jalan umum Desa Sugiharjo, Kecamatan Kota Tuban akhir Agustus 2022 lalu.

“Kemarin kita amankan bersama pacarnya, dan 2 poket sabu dengan berat bruto 0,23 gram kita amankan sebagai barang bukti. Barangnya dimasukan di dalam bungkus rokok,” ujarnya.

Kendati barang bukti yang diamankan itu minim, namun kedua pelaku tetap diproses hukum dan tidak dilakukan Restorative Justice (RJ) karena tidak memenuhi syarat.

Alasannya kedua pelaku merupakan residivis yang pernah dihukum 2 tahun penjara karena terbukti mengedarkan pil dobel L di wilayah Tuban.

“Tidak di RJ karena tidak memenuhi syarat. Keduanya residivis dan masih menjalani masa pembebasan bersyarat dengan kasus tindak pidana pengedar pil dobel L,” kata dia.

Rukandar menyebut bahwa kedua tersangka kompak mengedarkan sabu-sabu dan beroperasi di wilayah pinggiran Kota Tuban ke barat. Barang haram itu dijual kepada pelanggannya dengan paket hemat (pahe) yakni per paket seharga Rp 400 ribu.

“Keterangan dari pelaku, sabu-sabu di jual dengan paket hemat, per paket seharga Rp400 ribu,” tegasnya.

Lebih lanjut, kedua pelaku dikenakan pasal 114 (2), pasal 112 (2) Jo pasal 132 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com