oleh

Jaksa Tuntut Terdakwa Penipuan di Surabaya 3 Tahun Penjara, Segini Kerugiannya

Surabaya, Jurnal Jatim – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jatim Rista Erna menuntut Kho Handoyo Santoso, terdakwa perkara dugaan penipuan selama 3 tahun penjara. Akibat kelakuan tersebut, Ia pun dihitung telah merugikan korban hingga Rp4,5 miliar.

JPU Rista dalam pembacaan tuntutannya menyatakan atas nama terdakwa Kho Handoyo telah terbukti melakukan tindak pidana dengan melanggar pasal 266 ayat 1 atau pasal 266 ayat 2 serta pasal 378 KUHP.

“Sebagaimana juga diperkuat oleh pernyataan para saksi-saksi diantara, saksi pelapor Elanda Sujono,” kata JPU Rista, Rabu (30/8/2022).

Tuntutan itu disampaikan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya dipimpin ketua majelis hakim Sutarno.

Sebelum membacakan isi tuntutannya, jaksa juga menguraikan beberapa pertimbangan terhadap terdakwa, di antaranya terdakwa berlaku sopan selama dalam persidangan dan belum pernah ditahan.

“Oleh karenanya terdakwa dalam perkara ini dihukum selama 3 Tahun penjara, ” ujarnya.

Mendengar tuntutan dari JPU, hakim Sutarno, kepada terdakwa Kho Handoyo Santoso menyatakan, apakah ia akan mengajukan pembelaan sendiri atau kah menyerahkan sepenuhnya pada pengacara.

“Kamu dituntut 3 penjara, atas tuntutan itu, apakah kamu akan melakukan pembelaan pribadi atau pasrah sama pengacara kamu,” tanya hakim.

“Selain pembelaan oleh pengacara, saya pribadi juga secara tertulis akan melakukan pembelaan yang mulia,” timpal terdakwa.

Usai sidang kuasa hukum terdakwa, Wagiman mengatakan jika kliennya dalam perkara ini dijerat 3 pasal sekaligus. Namun, dalam tuntutan ia menilai jaksa lebih mengarah pada perkara penipuannya.

“Tadi klien kami dijerat 3 pasal sekaligus, namun dalam perkara ini jaksa mengarah kepada perbuatan penipuannya,” tegasnya singkat.

Terpisah kuasa hukum pelapor, Yance Leonard Sally mengapresiasi tuntutan jaksa tersebut. Ia menyebut jika perbuatan terdakwa sudah menyebabkan banyak kerugian yang diderita oleh kliennya.

“Terdakwa selama ini selalu berkelit dan tidak merasa bersalah bahkan malah pernah menggugat perdata kepada Klien saya untuk membatalkan ikatan jual beli. Dan pada akhirnya kami berhasil mempertahankan ikatan jual beli tersebut,” tandasnya.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News.

Editor: Azriel