Warung ‘Esek-esek’ di Tuban Milik Mbak Siti Asal Nganjuk Digerebek Polisi

Tuban, Jurnal Jatim – Warung kopi plus-plus di Minohorejo, Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur digerebek polisi. Penggerebekan itu lantaran pemilik warung menyediakan layanan wanita komersial ()

tersebut beroperasi pada malam hari sampai dini hari dengan kedok warung kopi. Pemilik warung yang diduga sebagai mucikari berinisial P alias mbak Siti (30), asal Kecamatan Pace, Nganjuk telah ditangkap dan dijebloskan penjara.

“Pemilik warung telah ditetapkan sebagai tersangka (mucikari) dan ditahan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tuban AKP M Gananta, Minggu (10/7/2022).

Bisnis “lendir” tersebut terbilang berjalan lancar dan rapi. Sebab, Siti menjalankan usahanya dengan berkedok menjual kopi untuk mengelabuhi petugas.

Hingga akhirnya tersembunyi yang dijalankan mbak Siti itu berhasil diendus oleh polisi dan dilakukan penggerebekan, Senin malam (23/5/2022) sekitar pukul 22.30 Wib.

Saat digerebek, ada beberapa wanita yang tengah melayani tamu dan mereka diperiksa dengan status sebagai saksi. Serta pemiliknya menyediakan kamar didalam warung tersebut.

“Pemilik warung menyediakan tempat,”  jelas Kasat Reskrim Polres Tuban.

Selain itu, dilokasi juga diamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai, kain sprei motif coklat, dan kondom bekas pakai. Semua barang bukti tersebut telah disita oleh anggota guna proses penyelidikan lebih lanjut.

“Uang tunai yang diamankan sebagai barang bukti sebesar Rp 100 ribu,” ungkap mantan Kanit Regident Satlantas Polres Tuban itu.

Lalu tarif yang dipatok untuk menggunakan layanan esek-esek itu bervariasi mulai dari Rp 100 ribu setiap kali main. Kemudian, mbak Siti memungut jasa dari bisnis tersebut hingga sewa kamar ketika ada tamu pria hidung belang.

“Tersangka dengan sengaja telah menyediakan tempat dan pekerja sex komersial, dan tersangka mendapatkan bagian atau hasil dari tempat tersebut sebagai mata pencaharian,” beber Kasat Reskrim Polres Tuban.

Akibat ulahnya, Mbak Siti harus meringkuk di balik jeruji tahanan dengan dijerat pasal 296 KUHP pidana. Sebab, dia memudahkan orang lain berbuat mesum dan menjadikannya sebagai .

“Ancaman hukumannya 5 tahun 6 bulan penjara,” pungkasnya.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.