oleh

7.518 Balita di Jombang Masih Mengalami Stunting, Klaim Menurun!

Jombang, Jurnal Jatim – Prevalensi stunting di Jombang, Jawa Timur 2021 berdasarkan dari data elektronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGBM) bulan Agustus sebesar 10,6 persen atau 7.518 balita.

Meski secara angka cukup besar, Pemkab Jombang mengeklaim jumlah tersebut telah menurun dari dua tahun sebelumnya.

Prevalensi stunting di Kabupaten Jombang, pada 2018 sebesar 20,1 persen turun menjadi 17,9 di 2019 dan di 2020 sebesar 16,9 persen.

Sedangkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Kabupaten Jombang pada 2021 turun menjadi 21,2 persen dari data tahun 2019 sebanyak 32,9 persen.

Pada rembuk stunting 2022, Rabu (29/6/2022) lalu, Dinas Kesehatan Pemkab Jombang telah menetapkan lokus stunting pada 2022 pada 20 desa yang tersebar di 21 Kecamatan.

Yakni Desa Bareng, Mojoduwur, Watugaluh, Pandanwangi, Jogoroto, Sumbermulyo, dan Mayangan. Ngumpul, Sawiji, Sambongdukuh, Tambakrejo, Rejoagung, Karanglo, Denanyar, Kedungbetik, Keras, Kalikejambon, Jombang, dan Pulogedang.

Menurut Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, mencegah dan menurunkan stunting tidak sulit selama ada koordinasi, komunikasi dan kerjasama yang baik dari semua pihak.

“Tantangan tentu selalu ada, namun jadikan tantangan tersebut sebagai semangat dan dorongan kita semua dalam menjalankan komitmen bersama,” ujar Mundjidah saat membuka rembuk stunting, Rabu (29/6/2022).

Dalam Rembuk Stunting itu juga dilakukan Penandatanganan komitmen pentahelix oleh Bupati Jombang yang diikuti para asisten, perwakilan perguruan tinggi, dunia usaha, dan perwakilan sektor non pemerintah serta masyarakat.

“Semoga melalui Rembuk Stunting tercipta komitmen dari seluruh pihak yang hadir dalam menanggulangi permasalahan stunting secara bersama, gotong royong, bersinergi. Sehingga program yang telah dirancang dapat direalisasikan dengan baik,” katanya.

Mundjidah pun mengajak berjuang bersama, semangat dan optimis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

Bupati perempuan pertama di Jombang itu juga meminta  untuk segera membentuk tim percepatan yang terintegrasi guna mengatasi persoalan stunting.

“Harapan saya ke depan, semoga upaya kita dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Jombang dapat terwujud, sehingga dapat mendukung tercapainya visi Jombang yang Berkarakter dan Berdaya Saing,” katanya.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.