oleh

Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Tertabrak KA Malabar di Kediri

 

Kediri, Jurnal Jatim – Seorang wanita tewas seketika di lokasi kejadian akibat tertabrak kereta api (KA) yang melintas di jalur KA Dusun Mengkreng, Desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri, Kediri, Jawa Timur, Rabu (19/1/2022) tadi pagi.

“Benar telah terjadi orang tertemper kereta api (KA). Kejadiannya kira-kira jam 03.50 Wib,” kata Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko dikonfirmasi, Rabu (19/1/2022) malam.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, korban diduga bunuh diri dengan cara tidur di atas rel KA sehingga terlindas kereta api yang saat itu melintas di jalur tersebut.

“Kejadian tertemper KA 120 (Malabar) di KM 213+7/6 antara Kertosono-Purwoasri,” kata Ixfan.

Sebelum kejadian, berjalan dari utara ke selatan kereta api (KA) Malabar nomor lokomotif cc2061325 jurusan Bandung- Malang dengan masinis Yudi.

Pada saat melintas di jalur keret api Mengkreng, KA itu melindas seorang perempuan yang diduga tidur di rel kereta api. Kemudian, masinis KA menghubungi pihak stasiun Kertosono.

Kemudian, sejumlah orang datang ke tempat kejadian perkara dan mengetahui ada jenazah perempuan dengan posisi tengkurap membujur ke selatan dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi dua kaki putus.

Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke pos Mengkreng yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Purwoasri Polres Kediri. Namun, saat olah TKP, tidak ditemukan identitas korban.

Adapun ciri-ciri korban umur sekitar 45 tahun, badan gemuk, rambut putih, memakai baju daster warna kuning dsn jaket warna abu-abu. Di sekitar lokasi, petugas menemukan sandal jepit, tas oscar warna hitam yang berisi pakaian.

“Untuk identitasnya korban tidak ada, alias tanpa identitas,” ujar Ixfan.

Ixfan kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang.

Sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 114 UU nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ, disebutkan bahwa pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai menutup, dan atau isyarat lain.

“Mendahulukan kereta api, serta memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dulu melintasi rel,” katanya.

Selain dalam Pasal 114 Undang-undang nomor 22 tahun 2009, cara berlalu lintas pada jalan perlintasan sebidang juga telah diatur di dalam peraturan Dirjen Perhubungan Darat nomor SK.047/AJ.401/DRJD/2018 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Lalu Lintas di Ruas Jalan Pada Lokasi Potensi Kecelakaan di Perlintasan Sebidang dengan Kereta Api.

“Pada pasal 11 huruf e dikatakan bahwa pengemudi kendaraan wajib menghentikan kendaraan sejenak sebelum melewati perlintasan sebidang, serta menengok ke kiri dan ke kanan untuk memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas,” ujarnya.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel