oleh

DBD Menyerang 68 Warga Jombang Sepanjang 2021, Dua Anak Meninggal Dunia

Jombang, Jurnal Jatim – Kasus DBD (demam berdarah dengue) di Jombang, Jawa Timur sepanjang 2021 jumlahnya 68 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 2 orang anak dilaporkan meninggal dunia akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Budi Nugroho mengungkapkan, pada periode Januari hingga Desember 2021 lalu jumlah warga setempat yang terkena DBD sebanyak 68 orang.

Berdasarkan data, kasus kematian pertama akibat DBD terjadi pada Maret 2021. Kemudian yang kedua, terjadi pada November tahun lalu.

“Kasus kematian pada bulan Maret sama Nopember kemarin. Maret itu memang ada 12 kasus,” ungkap Budi dihubungi, Sabtu (15/1/2022).

Puncak kasus DBD terjadi pada Januari hingga Maret. Kenaikan kembali terjadi pada Oktober 2021. Pada Maret, kasus DBD tercatat sebanyak 12 kasus. Jumlah yang sama terjadi pada Oktober 2021.

“Dari dari tahun ke tahun, puncak kasusnya pada Januari Februari Maret. Kalau Desember kemarin ada 2 kasus,” ujar Budi.

Sementara itu, Bupati Jombang, Mundjidah Wahab mengimbau kepada warga maupun desa-desa di wilayah setempat untuk melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) seiring datangnya musim penghujan.

Gerakan PSN yakni menguras, menutup dan mengubur (3M) yang dapat menjadi pemicu adanya genangan air untuk perkembangbiakan nyamuk.

“Gerakan PSN maupun bersih lingkungan harus digalakkan, jangan sampai ada air yang menggenang, ini semua harus diperhatikan,” ujar Mundjidah Wahab beberapa hari lalu.

Dikatakan Bupati Jombang, setiap kali ada program, juga langsung disampaikan kepada para camat, yang hal tersebut juga akan diteruskan kepada desa-desa.

Sementara itu sebelumnya, di Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang beberapa waktu yang lalu terdapat serangan DBD.

Selain melakukan melakukan fogging, pihak desa setempat juga mengimbau warga Desa Kepatihan agar melakukan 3 M (menguras, menutup, mengubur).

Kepala Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Erwin Pribadi mengatakan, terdapat empat orang warganya yang terjangkit DBD.

“Dua di antaranya dirawat di rumah sakit, dan dua orang lainnya rawat jalan,” kata Erwin, Kamis (6/1/2022).

Dia menambahkan, kasus DBD tahun ini di desanya cenderung menurun jika dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu.

“Alhamdulillah agak turun. Ini semenjak tahun 2021 saya canangkan program bank sampah,” kata Erwin Pribadi.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel