Kota Madiun Akan Diperketat Selama Natal dan Tahun Baru

, Jurnal Jatim – Sejumlah kebijakan pengetatan bakal diambil Pemerintah Kota Madiun selama momen Natal dan tahun baru (nataru), menyusul kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan status di semua daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah Kota Madiun adalah potensi timbulnya dari sejumlah tempat atau kegiatan.

akan ditutup mulai 30 Desember sampai 1 Januari,” kata Wali Kota Madiun, Maidi, usai memimpin rakor antisipasi Nataru, Kamis (2/12/2021).

Tak hanya mensterilkan Alun-alun selama pergantian tahun, pemkot juga akan menutup sejumlah ruang publik lain yang rawan menjadi tempat berkerumun. Mulai dari Lapangan Gulun, Simpang Lima Tugu Pendekar, hingga Bantaran. “ dimatikan sejak sore,” tegasnya.

Seluruh gereja diimbau menerapkan ketat selama menggelar kegiatan peribadatan Natal. Termasuk mewajibkan jemaat dari luar daerah untuk menunjukkan keterangan telah divaksin dan hasil negatif tes cepat.

Selain itu, pemkot juga menangguhkan sementara seluruh kegiatan dan olahraga lain selama Nataru. Pasalnya, senam juga berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Pusat perbelanjaan dan tempat wisata juga diperketat. Nanti akan ada rapat teknis mempersiapkan skema pengetatannya seperti apa,” ujar mantan Sekretaris Daerah Kota Madiun itu.

Tak hanya itu, guna meningkatkan kedisiplinan masyarakat, pemkot bersama TNI dan Polri juga bakal menggelar patroli dan melakukan tes cepat secara acak.

Wali kota menegaskan, selama tahun baru Kota Madiun tidak menerima tamu dari luar daerah. Disinfeksi di tempat-tempat umum akan digencarkan kembali.

“Kami juga mengimbau seluruh dan restauran untuk tidak menggelar kegiatan apapun. Berbagai kebijakan ini untuk melindungi kita semua, karena COVID-19 masih ada di sekitar kita,” kata Maidi.

 

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Hafid