oleh

Gubernur Jatim Meninjau Daerah Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Lumajang, Jurnal Jatim – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung daerah terdampak letusan atau erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021) sore.

Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro adalah salah satu desa yang terdampak erupsi Semeru yang berupa awan panas guguran.

“Ini suasana di Kampung Renteng, desa Sumber Wulu Kec. Candi Puro Lumajang. Ada 16 rumah tertimbun awan panas guguran (APG),” tulis Gubernur Jatim di akun instagram pribadinya, @khofifah.ip yang diunggah pada Minggu (5/12/2021).

Sejumlah rumah warga dan truk pasir di desa tersebut lah tertimbun material vulkanik gunung api tertinggi di pulau Jawa ini.

“Pada dasarnya early warning system berjalan dan jalur evakuasi. Tetapi APG sangat cepat, evakuasi saat yang sama sangat padat sehingga ada mobil yang tertimbun. Ada 16 rumah tertimbun saat ini ada satu warga yang sedang proses evakuasi,” kata Khofifah melanjutkan.

Mantan menteri sosial tersebut meminta doa dan mengajak semuanya khususnya kepala pemerintahan terdekat untuk bersama-sama melakukan penanganan kegawatdaruratan pasca terjadi erupsi Gunung Semeru.

“Mohon do’a dan gotong royong semuanya. Semoga kita bisa menangani dengan cepat,” ujar Gubernur Khofifah.

Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sore. Gunung api yang terletak di dua kabupaten, yakni Malang dan Lumajang itu memuntahkan awan panas guguran, sekitar pukul 15.00 WIB.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur, masyarakat yang terdampak kini mengungsi di Desa Sumberwuluh, dan masih dalam pendataan.

Sementara lokasi yang terdampak antara lain, Desa Supiturang dan Desa Curah Kobokan di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro. Bencana itu membuat salah satu jembatan di Lumajang yang krusial bagi evakuasi terputus.

 

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Hafid