oleh

Puluhan warga di Jombang diduga keracunan nasi soto, 3 orang rawat inap

Jombang, Jurnal Jatim – Puluhan orang warga Dusun Sumberagung, Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang diduga keracunan makanan usai menyantap nasi soto acara hajatan di salah satu rumah warga setempat pada Sabtu (2/10/2021) lalu.

“Mengalami gejala panas dan muntah sejak Sabtu sore. Tadi sudah didata, ada sekitar 25 orang termasuk anak-anak,” ujar Kepala Desa Mundusewu, Anisah, Senin (4/10/2021).

Dikatakan dia, dari puluhan orang yang diduga mengalami keracunan makanan, tiga orang di antaranya harus menjalani rawat inap di Puskesmas dan rumah sakit. Sisanya, menjalani rawat jalan.

“Dua orang dirawat di Puskesmas Bareng dan satu orang rawat inap di RSK Mojowarno, dan yang lainnya rawat jalan di rumah masing-masing,” jelasnya.

Anisah menjelaskan, Sabtu (2/10/2021) sore, salah satu warganya bernama Sukran menggelar pesta pernikahan. Di acara itu, tamu yang datang menyantap makanan nasi soto yang dibuat pemilik hajatan.

Beberapa waktu kemudian, terjadi keracunan massal. Puluhan orang yang datang ke acara itu merasakan demam dan muntah-muntah. Minggu (3/10/2021) pagi, Anisah bersama tiga pilar dan bidan desa setempat datang ke lokasi untuk mengambil sampel makanan guna pengujian laboratorium.

“Tadi ada pengambilan sampel makanan, yakni makanan soto yang ada sisanya. Penyebabnya kami masih belum tahu karena hasil lab-nya belum keluar,” kata dia.

Terpisah, Kepala IDG RSK Mojowarno, dr Cintya Galuh Zakanti mengungkapkan, satu orang yang dirawat inap di RSK Mojowarno kondisi kesehatannya sudah membaik.

“Kondisi pasien saat ini sudah bagus dan tinggal untuk pemulihan saja,” ungkap Cintya dikonfirmasi wartawan.

Awalnya, kata dia, pasien datang dengan kondisi lemas akibat sakit diare dan juga muntah serta demam. Penyebab pasien lemas karena kurang cairan.

“Diagnosa kena diare dehidrasi sedang. Kemarin datang dengan kondisi mencret, diare lebih dari lima kali. Kondisinya dehidrasi karena kurang cairan yang keluar banyak,” katanya.

Menurutnya, kondisi pasien tersebut sudah mendapat penanganan, sehingga untuk kegawatannya yaitu kekurangan cairan dan dehidrasinya sudah teratasi dengan memasukkan obat-obatan ke tubuh pasien.

“Kondisi pasien sekarang sudah stabil. Kami masih belum bisa menyimpulkan penyebabnya karena itu kewenangan dari pihak puskesmas dan daerah setempat. Untuk menyimpulkan hasil penyebabnya kita belum bisa, karena tidak menerima sampelnya,” tutupnya.

 

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Hafid