oleh

Polres Nganjuk Selidiki Peristiwa Dugaan Keracunan Massal di Kertosono

Nganjuk, Jurnal Jatim – Polres Nganjuk, Jawa Timur masih menyelidiki peristiwa keracunan massal diduga berasal dari makanan saat hajatan di rumah salah satu warga di Desa Banaran, Kecamatan Kertosono, pada Minggu (24/10/2021).

“Perkara ini belum bisa saya tingkatkan menjadi penyidikan, mengingat hasil uji lab sampel makanan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk belum keluar,” kata Kapolres Nganjuk AKBP Jimmy Tana, Kamis (28/10/2021).

“Untuk itu diperlukan kehati-hatian agar tidak terjadi salah langkah dalam menangani perkara ini,” lanjut Jimmy.

Jimmy menerangkan, awalnya salah satu warga bernama Sumanto mengadakan acara resepsi pernikahan putrinya pada Minggu (24/10/2021) yang dimulai pukul 11.00 WIB. Hajatan itu dihadiri keluarga manten laki-laki dari Surabaya sekitar 30 orang dan undangan warga sekitar.

Kemudian, Senin (25/10/2021) sekitar jam 06.00 WIB, sebagian besar tetangga dari Sumanto yang hadir di acara hajatan itu mengeluh sakit mual, pusing, muntah dan diare.

Sedangkan keluarga dari Surabaya atau pihak manten pria sebanyak 30 orang hingga saat ini tidak ada keluhan seperti yang dialami tetangga dari Sumanto.

Kapolres mengungkapkab, berdasarkan keterangan yang ia terima dari Kapolsek Kertosono, Kompol Pramono, korban yang sudah teridentifikasi sebanyak 51 orang.

Rinciannya, sebanyak 16 orang dirawat di RSUD Kertosono, 4 orang dirawat di klinik PG Lestari, 27 orang rawat jalan dan sembuh sebanyak 3 orang serta 1 orang meninggal dunia.

Jimmy mengatakan, diagnosa sementara dari Puskesmas Banaran menyatakan bahwa korban yang mengalami seperti ciri-ciri orang yang keracunan makanan.

“Sebagai langkah awal, petugas sudah mengamankan barang buktu berupa sisa makanan dan minuman dari TKP,” kata Jimmy Tana.

 

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel