oleh

Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 6 Kg Sabu di Bandara Juanda

Sidoarjo, Jurnal Jatim – Petugas gabungan dari KPP Bea Cukai, Polresta Sidoarjo, Lanudal Juanda dan Pomal Juanda, Jawa Timur kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 6 kilogram sabu dan 100 pil ekstasi melalui Bandara Internasional Juanda Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji menyampaikan, dalam ungkap kasus itu, petugas menangkap dua orang pelaku penyelundupan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi.

Kedua tersangka yang diamankan yakni Holil, warga Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura dan Rizal, warga asal Surabaya.

“Kedua tersangka menumpangi pesawat Air Asia QZ-321 rute Kuala Lumpur-Surabaya, dan mereka akan mengirimkan narkoba ke Madura” kata Kombes Sumardji kepada wartawan, Kamis (14/1/2021).

Setiba di Bandara Internasional Juanda, kedua tersangka melakukan proses pemeriksaan kepabeanan. Nah, dalam pemeriksaan itu, petugas melihat barang bawaan kedua tersangka ada yang mencurigakan saat berada di mesin X-Ray. Petugas, lalu memeriksa barang itu.

Hasilnya, ditemukan 25 bungkus sabu dengan berat 3.000 gram pada tas milik tersangka Holil. Sementara pada barang bawaan tersangka Rizal, ditemukan 12 bungkus sabu seberat 2.395 gram. Barang haram itu disembunyikan di dalam lampu LED.

“Total barang bukti yang diamankan sebanyak 5.395 gram dan 100 butir ekstasi. Barang bukti lain yaitu 3 pcs kipas angin gantung, 6 pcs lampu LED dan dua buah koper,” jelas Sumardji.

Ia mengatakan, kedua tersangka telah ditahan di Polresta Sidoarjo dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.

Keduanya akan dikenakan dengan pasal 113 ayat 2 Undang-Undang nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau hukuman mati.

Kepala kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai (KPPBC) tipe Madya Pebean Juanda, Budi Harjanto menambahkan, para penyelundup narkotika khususnya sabu-sabu yang telah tertangkap sebelumnya menggunakan beragam cara untuk lolos dari pemeriksaan petugas Bandara Juanda.

“Mereka memasukkan sabu-sabu ke dalam aneka barang bawaan, seperti rice cooker, kemasan makan ringan, lampu dan lainnya,” tambahnya menjelaskan.

 

Editor: Hafid