oleh

Ancam Gorok Menko Polhukam Mahfud MD, Anggota FPI Ditangkap Polisi

Surabaya, Jurnal Jatim – Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap empat orang yang mengancam akan menggorok Menteri Koordinator politik hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Keempat orang yang diamankan aparat kepolisian diketahui ada yang menjadi anggota Font Pembela Islam (FPI) serta simpatisan dari Habib Rizieq Shihab.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan 4 orang yang diamankan yakni Abdul Hakam, Moch Sirojuddin, Samsul Hadi dan Muchammad Nawawi (Gus Nawawi). Keempatnya berasal dari Pasuruan.

Trunoyudo mengatakan penangkapan mereka berdasar atas laporan model A alias temuan dari penyelidik Kepolisian dan laporan model B dari pelapor bernama Duke A.W.

“Atas dasar ini kami melakukan penyelidikan dan kita bisa lihat ada empat tersangka yang kita amankan dan kita lakukan penahanan,” katanya, Minggu (13/12/2020).

Temukan unsur menggorok

Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menyatakan keempat tersangka dalam kasus itu, ada akun Youtube bernama Amazing Pasuruan memposting video berkonten ujaran kebencian dan pengancaman.

Menurut dia, yang memposting adalah tersangka Gus Nawawi dan dilakukan pada 9 November 2020 lalu.

“Serangkaian dengan itu, bahwa konten beredar di grup WA (Whatsapp) ada tiga grup. Salah satunya Front Pembela IB HRS,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, dari situ kemudian tertangkap tiga orang tersangka bernama Moch Sirojjudin, Abdul Hakam, dan Samsul Hadi.

“Keempat orang tersangka ini diamankan karena dengan sadar mengetahui konten tersebut melanggar UU namun tetap dilakukan,” jelasnya.

“Dan konten ini menjadi triger kejadian lain karena menimbulkan semangat dari simpatisan lain untuk berbuat hal negatif. Salah satunya adalah kejadian di Pamekasan itu (penggerudukan rumah orang tua Mahfud MD),” lanjutnya.

Dalam konten itu, ia menyebut ada unsur pengancaman akan menggorok Mahfud MD kalau pulang ke Jatim.

Motifnya berdasar pengakuan tersangka karena mereka memang termasuk dalam sebuah organisasi massa dan simpatisannya.

“Tersangka M Nawawi adalah Wakil Bidang Organisasi FPI dan tersangka Hakam adalah anggota HILMI (Hilal Merah Indonesia) sayap FPI. Sedangkan dua tersangka lainnya adalah simpatisan,” katanya menjelaskan.

“Namun apakah ada instruksi dari Jakarta atau tidak ini masih kita dalami,” lanjutnya mengakhiri.

Barang bukti yang diamankan di antaranya beberapa unit smartphone serta beberapa gambar tangkapan layar konten yang disebar melalui grup WA Front Pembela IB HRS dan konten Youtube Amazing Pasuruan.

Keempat orang itu dijerat Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 45 ayat 4 dan/atau Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 dan/atau Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang.

“Barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun penjara,” tutupnya.

 

Editor: Azriel