Jabatan Tiga Pama Dan Satu Pamen Polresta Kediri Digeser

(Jurnaljatim.com) – Satu Perwira berpangkat Menengah (Pamen) dan Tiga perwira Pangkat Pertama (Pama) jajaran Polres di mutasi. Satu Pamen yakni Waka Polres Kediri Kota dan tiga Pama diantaranya Kasatreskrim, Kasat Sabhara, dan Kapolsek.

Serah terima jabatan di jajaran Polres Kediri Kota, dipimpin langsung oleh Kota AKBP Miko Indrayana di halaman Mapolresta Kediri, Jumat (24/1/2020).

Perwira yang dilakukan sertijab, Kompol Iwan Sebastian, Waka Polres Kediri Kota dipromosikan dalam jabatan baru sebagai Auditor II ITBid ITWasda . Digantikan Kompol Wachid Arifaini, yang di promosikan mengantikan Wakapolres Kediri Kota, sebelumnya menjabat Kabag OPS .

Kemudian, AKP Hanif Fatih Wicaksono Kasatreskrim Polres Kediri Kota dipromosikan dalam jabatan baru sebagai Kanit II Subdit V .

Sebagai penggantinya AKP I Gusti Agung Ananta Pratama, Perwira Pertama Polda Jatim (Eks Polda Papau) yang diangkat dalam jabatan baru sebagai pengganti Kasatreskrim Polres Kediri Kota.

AKP Yudhi Prasetio, yang sebelumnya menjabat Kasat Sabhara Polres Kediri Kota, menjabat dalam jabatan barunya sebagai Kasat Sabhara Polres dan digantikan AKP Karyono, sebelumnya Kapolsek Semen Polres Kediri Kota.

Sedangkan posisi Kapolsek Semen diisi oleh AKP Siswandi yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubag Hukum BagSumda Polres Kediri Kota.

Saat dikonfimasi, Kapolres Kediri Kota, AKBP Miko Indrayana mengatakan, dengan dilantiknya pejabat baru tentunya bisa segera menyesuaikan tugas dan tanggung jawab.

Kapolresta menjelaskan, para pejabat baru, yakni Wakapolres, Kasat Reskrim, Kasat Shabara maupun Kapolsek Semen diharapkan bisa mengemban tugas dengan sebaik-baiknya.

“Bisa segera menyesuaikan, ada dua pejabat baru yang tentunya juga perlu segera menyesuaikan dengan kondisi Kediri. Kultur budaya masyarakat di Kediri ini, sehingga diharapkan bisa memberikan yang terbaik kepada warga masyarakat kota Kediri, “ungkapnya.

AKBP Miko Indrayana juga menambakan, Ada beberapa pekerjaan yang kita bebankan kepada masing-masing pejabat yang baru, yang pertama terkait dengan masalah curanmor, kemudian yang kedua terkait dengan masalah potensi konflik dan pembangunan bandara di wilayah Grogol, Banyakan dan Tarokan itu yang menjadi PR.


Editor: Hafid