oleh

Aksi Tutup Mulut, Tuntut Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Tuban Dicopot

TUBAN (Jurnaljatim.com) – Aksi damai dilakukan dua orang yang mengatasnamakan forum komunikasi warga Muhammadiyah, didepan Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Tuban, Senin, (6/1/2020).

Dalam aksinya, mereka berdua datang ke rumah sakit sambil membentangkan banner dan menutup muka dengan menggunakan masker. Serta tidak mau berbicara, tetapi memberikan tanggapan melalui selebaran yang dibawanya.

Selebaran itu bertuliskan beberapa tuntutan. Diantaranya, meminta dua karyawan yang bekerja di rumah sakit Muhammadiyah untuk dikeluarkan. Mereka berinisial BE pria dan NS perempuan.

Alasannya, telah terbukti bersalah atau melanggar etika tentang asusila. Dengan dibuktikan keputusan Mahkamah Agung RI No. 898 K/Pdt.Sus-PHI/2018 Jo dan No. 87/Pdt-Sus-PHI/2017/PN.SBY.

“Untuk tidak diperkerjakan lagi sebagai karyawan di RS. Muhammadiyah Tuban karena telah merusak nama besar perserikatan Muhammadiyah,” kutip tuntutan aksi dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, meraka juga menuntut agar mencopot Direktur RS Muhammadiyah Tuban, dr. Sunarjadi. Sebab, telah memperkerjakan dua orang karyawan yang telah terbukti bersalah melanggar etika rumah sakit.

“Menuntut, mengganti Ketua MPKU PDM Tuban karena telah melindungi dan telah memaksakan untuk memasukkan kembali dua orang karyawan yang terbukti bersalah,” kutip tuntutan aksi mereka.

Menanggapi gejolak itu, pihak rumah sakit enggan berkomentar banyak. Serta ketika dihubungi lewat telepon, Direktur RS Muhammadiyah Tuban, dr. Sunarjadi, tak menjawab. Hanya membalas melalui pesan singkat.

“Monggo minta penjelasan pada PDM (pimpinan Daerah Muhammadiyah) Tuban,” jawab Direktur RS Muhammadiyah Tuban melalui pesan singkat WhatsApp.


Editor: Azriel