Hati-Hati, Laka di Tol Jombang – Mojokerto Tahun 2019 Meningkat 95 Persen

JOMBANG () – Jumlah di - di tahun 2019 meningkat hingga 95 persen dibanding tahun 2018 lalu. Faktor penyebab terjadinya kecelakaan, karena human eror, yakni sopir atau pengemudi dan .

Kepala Departemen Operasi Pemeliharaan dan Public Relation, PT Astra Infra Toll Road Jomo, Deni Hardani, menyampaikan, selama 2019, terjadi 179 kecelakaan di jalan tol Jombang – Mojokerto. Dari jumlah tersebut sebanyak 4 korban meninggal, sisanya luka ringan.

Sedangkan pada 2018, jumlah kecelakaan di jalur bebas hambatan ini sebanyak 80 kejadian. Dari jumlah itu, korban meninggal dua orang, sedangkan luka ringan 80 orang.

“Jadi ada peningkatan jumlah kecelakaan dari 2018 ke 2019. Terjadinya kecelakaan itu 95 persen disebabkan karena human error yakni pecah ban dan pengemudi mengantuk,” ujarnya.

Faktor Laka Human Error

Dia menjelaskan, titik kecelakaan di tol Jomo bersifat sporadis. Artinya, tidak ada titik black spot kecelakaan. Karena penyebab kecelakaan bukan karena kondisi jalan, namun lebih pada human eror. Semisal pecah ban dan pengemudi mengantuk.

Sebagai langkah antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas selama libur dan Tahun Baru, pengelola tol Jombang -Mojokerto melakukan sejumlah langkah. Di antaranya, menyiagakan personel patroli, kemudian menyiapkan mobil derek, ambulans dan mobil rescue.

“Seluruh layanan tersebut siaga selama 24 jam,” ungkap Deni, pada Selasa (24/12/2019).

Selain itu, pihak pengelola juga menambah beberapa fasilitas untuk kenyamanan pengguna tol. Di bagian , ada penambahan rambu-rambu di sepanjang tol Jombang-Mojokerto.

“Kami juga juga mengoperasikan 18 gerbang. Fasilitas rest area juga di tambahkan tujuh gratis dengan fasilitas empat tempat rest area,” ujar dia.

Ketika terjadi penumpukan kendaraan di gerbang tol, lanjut Deni, petugas telah menyiapkan mobile rider sebanyak lima unit. Jadi, ktika terjadi antrean, petugas akan mendatangi pengguna tol untuk melakukan typing.


Editor: Azriel