Kediri, Jurnal Jatim – Program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP di Kota Kediri dipastikan tetap berjalan pada tahun ajaran 2026/2027.
Namun, hingga pertengahan Juli, pengadaan kain seragam yang dibiayai pemerintah melalui APBD sekitar Rp5,68 miliar itu masih tahap persiapan sebelum memasuki mini kompetisi di e-katalog.
Kondisi itu memunculkan keluhan dari sejumlah orang tua karena harus menyiapkan biaya untuk perlengkapan sekolah di awal tahun ajaran baru.
“Masyarakat kita sedang menjerit, bingung membiayai seragam. Banyak yang mengadu ke kami. Padahal, yang memegang kendali APBD itu Wali Kota,” ujar Supriyo, Dewan Pengawas LSM Saroja, Supriyo yang menerima sejumlah aduan dari masyarakat.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anthon Wartjiantono mengatakan proses pengadaan masih berada pada tahap penyempurnaan dokumen teknis sebelum diumumkan melalui sistem e-purchasing menggunakan mekanisme mini kompetisi pada e-katalog.
“Kalau mengacu tahun kemarin, total anggaran sekitar Rp5 miliar. Untuk nilai pastinya tahun ini masih proses, tetapi alokasi anggaran sudah disiapkan untuk dua jenjang sekolah,” kata Wartjiantono saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026).
Da Dinas Pendidikan Kota Kediri menyebutkan bahwa pagu anggaran untuk jenjang SD sebesar Rp2.042.466.000 dengan sasaran sekitar 4.000 siswa. Sementara jenjang SMP memperoleh alokasi Rp3.639.458.000 untuk sekitar 6.000 siswa.
Program tersebut diperuntukkan bagi siswa baru yang berdomisili di Kota Kediri, baik yang bersekolah di sekolah negeri maupun swasta.
Pada tahun ini, bantuan meliputi tiga jenis seragam, yakni seragam nasional, seragam Pramuka, dan seragam olahraga.
“Tahun ini hanya tiga jenis seragam tersebut yang dibagikan. Untuk seragam khas tidak ada,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa siswa SD akan menerima kain atasan sepanjang 1,5 meter dan bawahan 1 meter. Sementara siswa SMP memperoleh kain atasan 1,5 meter dan kain bawahan sepanjang 2 meter.
Menurut dia, seluruh penyedia yang mengikuti mini kompetisi wajib menyerahkan sampel kain untuk diuji di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil Kementerian Perindustrian di Yogyakarta guna memastikan kualitas bahan sesuai spesifikasi.
Dinas Pendidikan menargetkan mini kompetisi diumumkan pada pekan depan. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pemenang pengadaan ditetapkan pada akhir Agustus 2026.
“Prediksi kami, akhir Agustus kain sudah siap, dan pertengahan September nanti seragam gratis mulai dibagikan kepada para siswa,” tandasnya.
Dengan demikian, masyarakat masih harus menunggu selesainya proses pengadaan sebelum bantuan seragam gratis dapat didistribusikan kepada siswa penerima manfaat.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






