Dikukuhkan, 561 PMR Kota Mojokerto Siap Siaga Berikan Bantuan Kemanusiaan

Mojokerto, Jurnal Jatim – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan PMR (palang merah remaja) bukan sekadar ekstrakurikuler biasa. PMR menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda agar memiliki kepedulian sosial, keberanian menolong sesama, serta menjunjung tinggi Tri Bakti PMR.

“Jadilah teladan bagi teman-teman kalian. Tunjukkan bahwa relawan muda selalu siap siaga memberikan bantuan kemanusiaan kapan pun dan di mana pun dibutuhkan,” kata Ika Puspitasari kepada 561 anggota PMR yang baru dikukuhkan.

561 siswa tingkat SMP dan SMA se-Kota Mojokerto tersebut resmi dikukuhkan sebagai anggota PMR masa bakti 2026–2027 di SMPN 2 Mojokerto, Sabtu (30/5/2026).

Sebelum prosesi pengukuhan berlangsung 349 PMR Madya dan 212 PMR Wira telah mengikuti orientasi dan uji materi yang digelar oleh PMI Kota Mojokerto.

Dia mengatakan bahwa PMI Kota Mojokerto terus memperkuat kapasitas pembinaan PMR melalui pelatihan bagi para guru pembina, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pembina dalam mengelola unit PMR di sekolah sekaligus menyamakan persepsi materi PMR Mula, Madya, dan Wira sesuai kurikulum PMI.

“Pelatihan pembina PMR memiliki manfaat yang sangat strategis dalam memperkuat sistem pembinaan relawan sejak dini, sekaligus menjadi ajang pembaruan materi dan penguatan kolaborasi antara sekolah dengan PMI Kota Mojokerto,” kata Ning Ita sapaan akrabnya.

Dikatakannya, berbagai aktivitas PMR bagian dari proses pembentukan karakter siswa, mulai dari memberikan pertolongan pertama, mengadakan kegiatan sosial, menggalang dana kemanusiaan, mengampanyekan pola hidup sehat, menjaga Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), hingga meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana dan menjaga kesehatan lingkungan.

Ita berharap para anggota PMR dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh serta menularkannya kepada teman-teman di sekolah masing-masing.

Jaga selalu kekompakan, jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dan jadikan PMR sebagai wadah untuk terus mengembangkan karakter serta empati,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para guru pembina dan fasilitator PMR yang selama ini telah memberikan pendampingan serta bimbingan kepada para anggota dalam memahami prinsip-prinsip kemanusiaan dan mengembangkan keterampilan kerelawanan sejak usia dini.

“Ilmu yang kalian dapatkan hari ini akan menjadi bekal berharga ketika nantinya kalian tumbuh dan menjadi bagian dari masyarakat. Teruslah menebar manfaat dan semangat kemanusiaan di mana pun berada,” ujarnya.

Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar sebagai ujung tombak kemanusiaan, kedisiplinan, dan kesehatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com