Kediri, Jurnal Jatim — Sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemkab Kediri, Rabu (13/5/2026). Mereka menagih komitmen Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau Dhito terkait penanganan dugaan rekayasa rekrutmen perangkat desa tahun 2023.
Dalam aksinya, massa mendesak Pemerintah Kabupaten Kediri bersikap transparan dan serius menindak pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara yang kini masih bergulir di Pengadilan Tipikor Surabaya.
Salah satu peserta aksi, Ander Sumiwi, mengatakan masyarakat hanya ingin memastikan komitmen kepala daerah terhadap pernyataan yang sebelumnya pernah disampaikan ke publik.
“Teman-teman di sini cuma menagih janji dan komitmen sehingga masyarakat harus tahu apakah pemimpin kita ini komitmen pada apa yang sudah diucapkan,” ujar Ander saat berorasi.
Ia menilai fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan telah menunjukkan adanya dugaan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk kepala desa dan oknumum pejabat di tingkat kecamatan.
Menurutnya, masyarakat yang merasa dirugikan dalam proses rekrutmen perangkat desa memiliki hak menempuh jalur hukum.
“Kalau pun hari ini teman-teman demo tidak ditemui, hukum tetap berjalan di koridornya. Kebenaran mencari jalannya sendiri,” katanya.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyinggung pernyataan Dhito yang sebelumnya disebut siap menindak tegas pihak yang terlibat dalam dugaan suap pengisian perangkat desa. Bahkan, demonstran menyebut Bupati Kediri pernah menyatakan siap mengantar langsung oknum yang terlibat ke Polda Jawa Timur.
Selain meminta ketegasan, massa mendesak adanya keterbukaan dalam pengusutan perkara. Mereka mencurigai adanya keterlibatan pihak lain setelah fakta persidangan mengungkap dugaan aliran uang kepada oknum camat.
Aksi sempat memanas ketika massa gagal menemui Bupati Kediri. Sejumlah demonstran berupaya membakar ban bekas di depan kantor pemerintah daerah sebagai bentuk kekecewaan. Namun aparat kepolisian segera mengamankan ban tersebut sehingga situasi tetap kondusif.
Karena tidak berhasil bertemu dengan Bupati Kediri, massa akhirnya membubarkan diri. Meski demikian, mereka mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pemerintah daerah.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






