Keseruan Parade Jaranan dan Ritual Tolak Balak Bencana di Jombang

Jombang, – Parade Kesenian hingga ritual menolak bencana alam mewarnai deklarasi serikat pedagang kaki lima (Spekal) Jombang dan pameran UMKM di Taman Kebon Ratu, Kecamatan Peterongan, Senin pagi (24/10/2022).

Ada belasan jaranan yang ikut dalam parade kesenian tersebut. Mulai dari jaran kepang, reog, bantengan dan lainnya. Mereka atraksi sambil berjalan kaki dari Terminal Kepuhsari menuju Taman Kebon Ratu.

Ratusan warga turut memadati Taman Kebon Ratu untuk menyaksikan penampilan parade lokal dari Paguyuban Kesenian Jaranan Jombang (PKJJ) tersebut.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan ritual tolak balak. Masing-masing ketua kelompok jaranan melakukan doa bersama di taman kebon ratu. Ritual dilengkapi pembakaran dupa dan sesajen.

Tujuan ritual itu agar Jombang terhindar dari segala bentuk macam bencana, karena akhir-akhir ini di wilayah Indonesia banyak terjadi bencana alam yang tidak sedikit menelan korban jiwa dan material.

Keseruan Parade Jaranan dan Ritual Tolak Balak Bencana di Jombang

Acara yang diselenggarakan Forum Rembug Masyarakat Jombang () itu, dihadiri oleh Bupati Jombang Mundjidah Wahab, sejumlah OPD, Ketua Spekal Jatim Kohar dan perwakilan BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini sudah ada paguyuban kesenian jaranan. Selamat menyaksikan semua,” kata Bupati Mundjidah usai Serikat PKL Jombang.

Mundjidah mengapresiasi parade kesenian jaranan itu sebagai upaya memberi ruang seni untuk mengembangkan potensi kesenian. Masyarakat khususnya generasi muda bisa memahami keberadaan lokal.

Ketua Spekal Jombang Joko Fattah Rochim mengatakan Parade Kesenian itu diikuti oleh PKJJ. Mereka disebut Fattah, penuh semangat melaksanakan Parade Seni tersebut.

“Ada 16 kelompok jaranan tergabung dalam paguyuban kesenian jaranan yang mengikuti parade kali ini,” kata Fattah.

Fattah mengatakan, acara itu sebagai upaya untuk melestarikan budaya, dan menjaga nilai-nilai budaya seni. Sebab, Jombang kaya dengan seni dan budayanya.

Parade seni jaranan di Taman Kebon Ratu itu dikatakan Fattah juga menjadi salah satu upaya mendukung dan mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Jombang.

“Upaya pengembangan kepariwisataan yang kami laksanakan di tempat wisata Kebon Ratu Kecamatan Peterongan ini hendaknya akan menjadi daya tarik dan pendorong bagi wisata yang lainnya. Untuk ke depan mampu berkolaborasi dalam upaya pengembangan sisi kepariwisataan dan budaya lokal,” kata ketua FRMJ ini.

Parade jaranan itu, disebut Fattah bersumber dari dana mandiri. Namun, diakui Fattah juga ada satu perusahaan yang mendukung yakni  wahana sejahtera foods, AFCO Grup.

“Untuk ritual tadi agar Jombang terhindar dari segala bentuk macam bencana, karena akhir-akhir ini di wilayah Indonesia banyak terjadi bencana alam yang tidak sedikit menelan korban jiwa dan material. Semoga wilayah Jombang dan masyarakatnya terhindar dari segala macam bahaya,” tandas Fattah.

Dapatkan update menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News