Kediri, Jurnal Jatim – Sebanyak lima siswa di salah satu sekolah di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, mengalami mual dan muntah diduga akibat keracunan makanan, Senin (27/4/2026).
Para siswa yang terdiri dari anak usia TK dan SD itu langsung mendapatkan penanganan medis di RSUD Simpang Lima Gumul (SLG).
Direktur RSUD SLG Kediri, dr. Tony Widyanto, Sp.OG (K), membenarkan adanya pasien dengan keluhan gangguan pencernaan tersebut. Ia menyebutkan, awalnya terdapat enam pasien, namun satu di antaranya telah diperbolehkan pulang.
“Awalnya ada enam pasien, satu sudah dipulangkan, lima lainnya dirawat. Gejalanya mual dan muntah. Namun saat ini kondisi mereka sudah membaik, sudah tidak mual muntah dan sudah bisa makan serta minum,” ujar Tony, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, secara medis kasus itu sementara mengarah pada dugaan keracunan makanan. Penanganan yang diberikan meliputi pemberian cairan infus, obat anti mual, serta observasi lanjutan.
“Kemungkinan besar keracunan makanan, tetapi masih dugaan. Kami masih melakukan observasi. Jika kondisi terus membaik, pasien bisa segera dipulangkan,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, memastikan kondisi para siswa tidak membahayakan jiwa. Ia menyebutkan, sebagian besar hanya mengalami gejala ringan berupa mual dan muntah.
“Keluhannya tidak terlalu mengkhawatirkan. Saat ini sebagian masih dirawat dan sebagian sudah diperbolehkan pulang,” jelasnya.
Meski para siswa sebelumnya mengonsumsi paket program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihaknya belum dapat memastikan sumber penyebab kejadian itu. Dinas Kesehatan masih melakukan penyelidikan dengan menguji sampel makanan di laboratorium di Surabaya.
“Belum bisa dipastikan penyebabnya dari mana. Sampel makanan sudah kami kirim untuk diperiksa di laboratorium. Kita tunggu hasilnya,” tegas Khotib.
Sementara itu, pihak Sentra Produksi Pangan (SPPG) Tugurejo selaku penyedia makanan menyatakan masih menunggu hasil resmi pemeriksaan.
“Dari 2.761 siswa penerima, hanya lima yang mengalami keluhan dan itu pun terjadi di satu sekolah. Jadi kami masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut,” ujar Anggi, perwakilan SPPG.
Hingga saat ini, pihak terkait terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut guna mencegah kasus serupa terulang.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






