Jombang, Jurnal Jatim – Penyortiran dan pelipatan surat suara untuk pemilu 2024 di Jombang dilakukan di empat lokasi dengan melibatkan 660 orang masyarakat umum yang telah direkrut sebelumnya.
Ketua KPU Jombang Abdul Wadud Burhan Abadi mengungkapkan penyortiran dan pelipatan surat suara dilakukan mulai 5 hingga 30 Januari 2024.
Adapun empat lokasi pelipatan surat suara yakni Gedung Tennis Indoor, Gudang logistik di Dusun Parimono Desa Plandi, gudang logistik di Desa Pandanwangi serta GOR Merdeka Jombang Jl Gus Dur.
Total surat suara yang disortir dan dilipat sebanyak 1.033.651 surat suara DPD Jawa Timur dan 1.033.651 DPRD Kabupaten Jombang.
”Adapun yang dilakukan penyortiran dan pelipatan sementara ini adalah surat suara DPD dan DPRD Jombang,” ujar Burhan pada wartawan, Jumat (5/1/2024).
Sisanya, dikatakan Burhan, untuk surat suara DPR RI, Pasangan calon presiden dan wakil presiden serta DPRD Jawa Timur masih menunggu pengiriman dari penyedia.
Total ada 660 orang petugas yang dilibatkan dalam pelipatan surat suara. Petugas tersebut terdiri dari laki-laki dan perempuan yang telah direkrut sebelumnya.
Para tenaga pelipat itu dilarang membawa benda tajam, membawa makanan, minuman dan rokok serta dilarang membawa anak.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, KPU juga memastikan jika tenaga pelipat usia produktif dan sehat, bukan partisan atau simpatisan peserta pemilu.
Seluruh tenaga pelipat juga telah dibekali cara melipat serta mengetahui kriteria surat suara rusak dan tidak.
“Honornya Rp210 per lembar untuk surat suara DPRD Kabupaten dan Rp185 per lembar untuk DPD. Sesuai ukuran kertasnya,” kata Burhan.
Penyortiran dan pelipatan surat suara itu mendapat pengawasan secara melekat dari Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Jombang dengan melibatkan Panwascam (Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan) sesuai dengan dapil (Daerah Pemilihan).
Anggota Bawaslu Jombang, M Fatoni meminta agar para tenaga pelipat surat suara tidak berkuku panjang dan tidak mengenakan cincin atau gelang. Sebab bisa menyebabkan rusaknya surat suara.
“Kita melakukan pengawasan secara ketat. Para tenaga pelipat surat suara kami minta tidak memakai cincin/gelang. Mereka juga kita minta tidak berkuku panjang. Karena kita masih menemukan hal-hal tersebut,” ujar Fatoni kepada wartawan.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com