Luas Tanam Tembakau 5.157 Hektar, Lihat Potensi Keuntungan Jombang!

Jombang, Jurnal Jatim – Tembakau menjadi pilihan pertanian perkebunan di Jombang, Jawa Timur. Pada 2022 saja luasan tanam tembakau mencapai 5.157 hektar. Sejumlah kecamatan di wilayah ini pun menjadi sentra tanaman bahan baku rokok. Tak main – main nilai dari hasil penjualan mencapai ratusan miliar rupiah.

Keterangan Kepala Dinas Pertanian Jombang, Mochammad Roni, ada lima kecamatan yang jadi sentra tembakau. Di antaranya Kecamatan Kabuh, Kudu, Ploso, Ngusikan dan Plandaan.

“Luas tanam data terbaru 5.157 ton dengan total hasil produksi mencapai 34 ribu ton,” kata Roni dalam sambutan acara Temu Bisnis Petani Tembakau di Desa Bendungan Kecamatan Kudu, Selasa (20/12/2022).

Luasan lahan tersebut paling banyak berada di Kecamatan Kabuh dengan luas lahan mencapai kurang lebih 2.400 hektar. Selanjutnya, kecamatan Ploso seluas 1.065 hektar. Sisanya di kecamatan Kudu, Plandaan dan Ngusikan.

“Paling sedikit luasan tanam tembakau di Kecamatan Ngusikan seluas 67 hektar,” ujar Roni.

Sebagai kalkulasi, ujar Roni dengan total produksi mencapai 34 ribu ton. Dijual dalam bentuk daun tembakau basah dengan kisaran harga 3 ribu rupiah sampai Rp5 ribu. Bila diambil harga termurah Rp3 ribu, maka nilai kapital yang diperoleh mencapai Rp102 miliar.

“Beda jika dijual dalam bentuk rajangan kasar, rajangan halus atau janturan yang harganya jauh lebih tinggi, bisa dipastikan jauh lebih tinggi kapital didapat,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jombang Mundjidah Wahab pada kesempatan sama juga melihat tembakau sebagai tanaman pertanian perkebunan yang berpotensi tinggi. Sehingga Dinas terkait butuh memberikan perhatian serius.

“Pasar potensial, ada 2 buyer langganan tembakau Jombang,” ujar Bu Mun panggilan akrab Bupati Jombang dalam sambutannya.

Untuk itu, Dinas terkait bisa memaksimalkan hasil cukai dari konsumsi rokok, sebagai pendapatan daerah untuk memberikan bantuan kepada petani tembakau. Dana bagi hasil cukai untuk pembangunan Gudang tembakau, timbangan motor roda tiga, alat perajangan.

“Selain, Dinas bisa memfasilitasi jejaring pemasaran antara pembeli dan petani agar terjalin komunikasi,” pungkas Mundjidah.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.