Dana Program CSR di Jombang Turun, Segini Jumlah yang Disalurkan

Jombang, Jurnal Jatim – Penyaluran Dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang digelontorkan oleh perusahaan di Jombang, Jawa Timur pada 2021 menurun dari tahun sebelumnya.

Hal tersebut diketahui dari penyampaian Kepala Bappeda Jombang Danang Praptoko pada saat gathering tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (Program TJSL/CSR/PKBL) 2022 di salah satu hotel di Jombang, Senin (5/12/2022).

Danang Praptoko menyampaikan program TJSL/CSR-PKBL yang telah disalurkan oleh perusahaan di Jombang pada 2021 sebesar Rp6.870.752.628 atau enam miliar lebih dengan 21 perusahaan yang melaporkan.

Jumlah tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2020, program CSR/TJSL- PKBL yang telah disalurkan perusahaan di Jombang sejumlah Rp11.317.367.534 atau 11 miliar lebih dengan jumlah 24 perusahaan yang melaporkan.

“Dengan bentuk sinergitas program meliputi bidang pengembangan ekonomi masyarakat, bidang kesehatan, bidang pertanian, bidang konservasi lingkungan, bidang sosial budaya, bidang keagamaan, bidang pendidikan, bidang infrastruktur dan permukiman,” kata Danang.

Menurut Danang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang pada tahun 2022 ini telah menetapkan kepengurusan Forum Pelaksana TJSL/CSR-PKBL perusahaan tahun 2022-2025 melalui keputusan Bupati Jombang nomor 188.4.45/398/415.10.1.3/2022.

“Forum ini adalah forum murni dari dunia usaha yang diharapkan menjadi mitra dari pemerintah Kabupaten Jombang untuk bersama-sama membangun Kabupaten Jombang yang cintai ini,” tandasnya.

Bupati Jombang Mundjidah Wahab yang hadir membuka acara itu mengucapkan terima kasih juga apresiasi pihak perusahaan yang telah memberikan kepercayaan dengan mengalokasikan dana TJSL/CSR-PKBL untuk masyarakat.

“Terima kasih atas peran serta, kepedulian juga kontribusi di dalam membantu pemerintah Kabupaten Jombang untuk menanggulangi persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial masyarakat,” katanya.

Dijelaskan dia, dunia usaha berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan mempertimbangkan pula pada faktor lingkungan hidup. Kini dunia usaha tidak lagi hanya memperhatikan catatan keuangan semata (single bottom line)

“Melainkan sudah meliputi aspek keuangan, sosial dan aspek lingkungan yang biasa disebut (triple bottom line). Sinergi tiga elemen ini merupakan kunci dari konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development),” ujarnya.

Melihat kondisi itu, Pemkab Jombang dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat tidak hanya berpangku tangan kepada sumber pembiayaan yang normatif dalam hal ini APBD Kabupaten, APBD Provinsi maupun APBN.

“Akan tetapi juga melalui konsep alternatif pembiayaan pembangunan yang salah satunya adalah melalui koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergitas program TJSL/CSR/PKBL di Jombang,” tandasnya.

Bupati Mundjidah sangat berharap dengan terbentuknya kepengurusan Forum TJSL/CSR-PKBL yang baru ini, peran ke depannya mampu meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi bagi seluruh masyarakat Jombang.

“Kolaborasi dan sinergi program harus terus dikembangkan melalui forum TJSL ini,” ucap orang nomor satu di Pemkab Jombang ini.

Secara pribadi maupun kedinasan, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jombang ini menegaskan bahwa tetap berkomitmen mendukung iklim investasi yang kondusif.

“Sehingga saya berharap investasi di kota tercinta kita ini akan semakin meningkat dan berdampak positif bagi masyarakat,” kata Mundjidah Wahab.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com