Begini Pertimbangan Buyer Menyoal Kualitas Tembakau Jombang, Ayo Simak!

Jombang, Jurnal Jatim – Buyer atau pembeli suatu produk memiliki pertimbangan sendiri dalam membeli produk. Menyoal produksi tembakau Jombang ada kualitas yang mesti jadi tolak ukur dan penilaian.

Menurut buyer, ia akan membeli produk tembakau dari petani jika kebutuhan dari pabrikan tinggi. Selain itu, kualitas dari tembakau patut diperhatikan oleh para petani. Mengenai harga, buyer tidak mempersoalkan, tetap tunduk pada harga Pasar.

Harga daun tembakau basah berbeda dengan harga tembakau kering. Termasuk juga perbedaan harga daun tembakau kering dalam bentuk rajangan kasar, halus maupun janturan. Tidak terkecuali berbeda harga tembakau dengan campuran gula maupun tembakau murni tanpa gula.

“Untuk kualitas kita tergantung musim, sebanarnya untuk musim ini kualitasnya kurang bagus, karena kebutuhan pabrik banyak, kita tetap spekulasi pengambilan di sini (Jombang) dari pada daerah lain,” kata Yudi Utomo buyer dari Lamongan, Selasa (20/12/2022).

Kebutuhan pabrik, dikatakan Yudi lebih dominan mengambil pada wilayah Desa Bendungan, Kecamatan Kudu Jombang. Baik kebutuhan untuk pabrik di wilayah Barat (Kudus) dan wilayah Timur (Malang).

“Tahun ini kita ada pengambilan 150 ton dari sini dalam musim panen raya,” ungkapnya.

Untuk tahun 2023, pihaknya akan tetap melakukan pengambilan namun belum ditentukan berapa banyak. Banyak atau sedikit kita kaji dengan kualitas. Tembakau itu di kualitas.

“Kalau kualitas bagus, dengan harga berapa kita ngikutin tergantung pasar dan sistemnya kita kompetitif,” jelas Yudi buyer untuk pabrik di Kudus dan Malang itu.

Untuk pembelian buyer, menurut Yudi, memiliki ring tersendiri, selama 2022 kisaran harga dari Rp30 ribu sampai Rp37 ribu. Ada grade tertentu untuk harga. Besar harapan non gula, meskipun buyer untuk daerah Kecamatan Kabuh dan Kudu akan tetap membeli tembakau bergula.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang Lasiman menambahkan ada penurunan produksi di 2022, namun harga bagus. Kualitas dari tembakau tidak terlalu dipersoalkan oleh buyer.

“Contoh pada hari ini, buyer – buyer kelihatan cocok,” kata Lasiman.

Menurutnya, faktor yang memengaruhi kualitas, ada pada ola lahan dan pemupukan. Jika pemupukan teratur, sesuai permintaan pabrikan maka rasa akan memuaskan. Masalahnya sekarang, ada aturan dari pemerintah bahwa pupuk untuk tembakau tidak lagi disubsidi.

“Kami berharap ada bantuan pupuk lagi dari pemerintah untuk mendukung peningkatan kualitas,” pungkas Lasiman.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.