Ini Alasan Polisi Kesulitan Menangkap Kakek Pelaku Persetubuhan di Tuban

Tuban, Jurnal Jatim – Polisi masih kesulitan menangkap kakek berinisial T (63), terduga pelaku persetubuhan anak perempuan yang berusia 9 tahun di Kecamatan Bangilan, Tuban, karena ada indikasi pihak keluarga menyembunyikan pelaku.

Kendati demikian, proses pencarian polisi terhadap tersangka yang masih tetangga korban terus dilakukan hingga dua bulan lebih tetapi sampai saat ini belum ada titik terang.

“Kita mendapatkan informasi ada indikasi pelaku disembunyikan keluarganya atau siapapun,” kata Kanit UPPA Satreskrim Polres Tuban, Aiptu Narko, Jumat (21/10/2022).

Dirinya pun memberikan ultimatum bahwa siapa saja yang berani menyembunyikan pelaku kekerasan seksual bisa diproses secara hukum. Hal itu sesuai dengan pasal 138 Undangan-Undang (UU) nomor 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual.

“Setiap orang yang membantu atau menyembunyikan pelaku kekerasan seksual dari proses peradilan pidana, maka bisa di pidanakan dengan penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun,” tegasnya.

Lebih lanjut Narko menjelaskan pencarian terhadap pelaku sudah dilakukan dua bulan lebih namun belum ditemukan. Termasuk, anggota juga sudah melalukan pencarian menggunakan ITE tetapi masih ada kendala karena pelaku tidak mempunyai handphone.

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menangkap pelaku, dan orang-orang yang terbukti menyembunyikan pelaku akan kita proses hukum,” pungkas Narko.

Sebelumnya, korban yang masih di bawah umur merupakan teman dari cucu pelaku. Setiap harinya, korban sering bermain dengan yang juga masih tetangga.

Kemudian, tersangka yang sudah bau tanah membujuk korban masuk ke ruang kosong. korban yang berstatus pelajar itu disetubuhi pelaku di atas keramik sebanyak tiga kali dengan waktu yang berbeda.

“Kejadian tersebut berulang sebanyak tiga kali berdasarkan keterangan awal,” kata Kasatreskrim Polres Tuban, AKP M Gananta, (21/9/2022).

Setelah kejadian itu, korban sering mengeluh kesakitan jika hendak buang air kecil. Lalu korban menceritakan yang dialaminya kepada orangtuanya. Merasa tidak terima anaknya diperlukan seperti itu, orangtua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tuban.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News