oleh

Viral Ibu di Jombang Dipaksa Lahiran Normal, Bayi Meninggal Dunia, Innalillahi!

Jombang, Jurnal Jatim Viral di media sosial Terkait pelayanan rumah sakit umum daerah (RSUD) Jombang, Jawa Timur yang membuat bayi baru lahir akhirnya meninggal dunia.

Pemilik akun Twitter Desiyaa @MinDesiyaa membuat thread kronologi adik sepupunya yang merasakan pelayanan tidak bagus di RSUD Jombang, yang direspon puluhan ribu akun di lini masa. Minggu (30/7/2022).

“Haloo aku akan bikin thread pengalaman istri adik sepupuku yg melahirkan di RSUD KABUPATEN JOMBANG karena, aku berbagi di sini agar tidak ada lagi yang mengalami kejadian yang dialami adikku,” ujarnya dikutip, Senin (1/8/2022).

Ia menceritakan, berawal dari kontraksi yang dialami adiknya, Kamis (28/7/2022).

“Sebut saja adikku Feri dan istrinya Ria. Ria yang saat itu ditemani ibunya datang ke pukesmas terdekat karena mengalami kontraksi yang tidak berhenti dari hari Rabu malam,” katanya.

Viral Ibu di Jombang Dipaksa Lahiran Normal, Bayi Meninggal Dunia, Innalillahi!

Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dokter di Puskesmas, diputuskan untuk merujuk Ria ke rumah sakit dengan diantar salah satu perawat puskesmas.

“Sesampainya di rumah sakit perawat pukesmas sudah memberikan surat rujukan tersebut agar Ria segera ditangani operasi,” ujarnya.

Sayangnya, RSUD Jombang menolak tindakan tersebut dan menyarankan agar Ria lahiran normal. “Ria yang saat itu memang sudah tidak kuat menolak saran lahiran normal dari rumah sakit, tapi pihak rumah sakit tetap memaksa dan pada akhirnya Ria mau tidak mau mengikuti prosedur rumah sakit,” katanya.

Saat proses persalinan, menurut Desi, Ria mengejan hanya sampai kepala bayi yang keluar dan benar-benar sudah tidak kuat. Berat badan bayi yang besar dan pundak lebar, membuat Ria kesusahan mengejan dan dokter sampai harus menggunakan alat sedot untuk mengeluarkan bayi.

“Namun semua itu gagal dan pada akhirnya dokter mengambil jalan untuk memotong kepala bayi karena bayi sudah meninggal karena terlalu lama terjepit lehernya. Setelah dipotong leher kembali dijahit dan bayi dikebumikan dengan layak oleh ayahnya,” kata Desi.

Dia mengaku, thread tersebut dibuat karena keluarganya hanya bisa pasrah. Mau menuntut RSUD Jombang pun tidak tahu jalurnya dan pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Sang bayi diberi (nama) CAHAYA REMBULAN dipanggil Bulan.. Sedangkan Ria masih proses pemulihan di rumah sakit dan lagi lagi dapat omongan pedas dari perawat karena dari faskes kelas tiga. Minta doanya agar Bulan ditempatkan di surga Allah, dan Ria segera pulih,” katanya.

Pada postingan terbarunya, Senin (1/8/2022), Dessy menyampaikan alasan saudaranya tidak dibawa ke rumah sakit swasta.

“Haloo semua aku baca banyak yg tanya kenapa ga dibawa ke RS swasta ? Karena memang awalnya Ria dibawa ke pukesmas terdekat, orang rumah panik dan yg terpikirkan instansi kesehatan terdekat,” katanya. 
Setelah dicek di Puskesmas, ternyata tidak bisa lahir dengan normal hingga kemudian harus dirujuk ke rumah sakit pelat merah.
“Setelah di cek dipukesmas ternyata ngga bisa lahiran normal, harus SC dan dirujuklah ke RSUD. Untuk opsi kepala bayi dipotong itu memang sudah jalan terakhir, karena sudah mencoba semua cara tapi badan bayi tetap tidak bisa kluar,” tandasnya.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.